Lifestyle

Catat Bun, Nama Anak Tidak Boleh Satu Kata dan Mudah Dibaca

Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 terdapat peraturan soal nama anak harus terdiri minimal dari dua kata


Catat Bun, Nama Anak Tidak Boleh Satu Kata dan Mudah Dibaca
Ilustrasi - Nama anak tidak boleh satu kata dan harus mudah dibaca (UNSPLASH/Jonathan Borba)

AKURAT.CO, Setiap orang tua pasti menginginkan nama yang unik, indah, dan memiliki makna bagus untuk anak.

Namun, selain hal-hal tersebut, ada peraturan lain yang harus Bunda dan Ayah pertimbangkan, yaitu jumlah kata serta pengucapannya. 

Pemerintah baru saja mengeluarkan peraturan terbaru terkait pencatatan nama di sejumlah dokumen kependudukan.

baca juga:

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan, nama seseorang yang dapat dicatatkan dalam dokumen kependudukan tidak boleh terdiri dari satu kata.

Dokumen kependudukan yang dimaksud adalah biodata penduduk, kartu keluarga, kartu identitas anak, kartu tanda penduduk elektronik, surat keterangan kependudukan, dan akta pencatatan sipil.

"Aturan ini terbit karena pencatatan nama pada dokumen kependudukan diperlukan setiap penduduk sebagai identitas diri agar negara dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional dan tertib administrasi pemenuhan," demikian keterangan Permendagri tersebut, dikutip AKURAT.CO pada Selasa (24/5/2022).

Selain minimal terdiri dari dua kata, nama yang dicatatkan juga tidak boleh memiliki makna ganda atau negatif dan tidak sulit untuk dibaca. 

Adapun syarat lengkap pencatatan nama dalam dokumen kependudukan adalah : 

  • Mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir
  • Jumlah huruf paling banyak 60 huruf termasuk spasi
  • Jumlah kata paling sedikit dua kata

"Dalam hal penduduk melakukan perubahan nama, pencatatan perubahan nama dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri dan persyaratannya diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis Pasal 4 ayat (3)

Selanjutnya, pada Pasal 5 diatur tata cara pencatatan nama pada dokumen kependudukan, yang meliputi : 

  • Menggunakan huruf latin sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
  • Nama marga, famili atau yang disebut dengan nama lain dapat dicantumkan pada dokumen kependudukan
  • Gelar pendidikan, adat dan keagamaan dapat dicantumkan pada kartu keluarga dan kartu tanda penduduk elektronik yang penulisannya dapat disingkat.

Permendagri ditandatangani oleh Tito Karnavian pada 11 April 2022, dan diundangkan pada 12 April 2022.

Bunda dan Ayah, sekarang jangan sembarangan mencatatkan nama anak di dokumen di kependudukan, ya!.[]