News

Cari Tersangka Korupsi PT AMU, Dua Saksi Dicecar Soal Komisi

Pemeriksaan saksi dalam rangka menemukan fakta hukum untuk tetapkan tersangka.


Cari Tersangka Korupsi PT AMU, Dua Saksi Dicecar Soal Komisi
Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Dalami kasus dugaan korupsi PT Askrindo Mitra Utama (AMU), tim penyidik Kejaksaan Agung memeriksa dua saksi. Pemeriksaan dalam rangka menemukan fakta hukum untuk menetapkan tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, kedua saksi yang diperiksa yaitu VNP selaku pelaksana pemasaran PT AMU Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan AZ selaku mantan Kasi Produksi PT AMU.

"Kedua saksi yang diperiksa terkait produksi, komisi dan penarikan tunai biaya operasional," kata Leo dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/9/2021).

Diungkap Leo, pemeriksaan oleh penyidik untuk mendalami apa yang didengar, dilihat, dan dialami oleh para saksi.

“Agar ditemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT AMU," katanya.

Diketahui, Kejaksaan Agung telah mengantongi calon tersangka kasus dugaan korupsi di PT Askrindo Mitra Utama, anak usaha PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Supardi, mengungkapkan untuk penetapan tersangka akan disampaikan kepada publik dalam waktu dekat.

“Tunggu saja dalam waktu dekat ini. Bagaimana nanti hasil laporan pemeriksaannya tim penyidik, pasti akan kita sampaikan. Soal waktunya, ya belum tahu lah, bisa besok, lusa atau dua pekan lagi,” ujar Supardi.

Supardi memastikan tim penyidik sudah mendapatkan perhitungan kerugian negara. Kini timnya masih mendalami fakta-fakta hukum lain dalam penyidikan kasusnya.

“Iya, pasti ada (tersangka), sabar dulu lah. Kalau sudah lengkap baru kita sampaikan,” kata Supardi.

Meski demikian, pihaknya telah menemukan alat bukti yang cukup guna menetapkan keterlibatan tersangka dalam perkara dugaan korupsi di PT Askrindo.

Menurutnya, tim telah menemukan adanya setoran sejumlah uang operasional kepada para petinggi PT Askrindo. Namun Supardi mengaku tak ingin gegabah menetapkan tersangka.

“Jadi kalau sudah proporsional dengan uang yang dikorupsi, kita tentukan para tersangkanya. Tunggu saja, tidak akan lama,” kata Supardi. []