News

Cari Tahu Penyebab Kebakaran Cikini, Puslabfor Sita Peralatan Masak

Cari Tahu Penyebab Kebakaran Cikini, Puslabfor Sita Peralatan Masak
Warga beraktivitas di lokasi kebakaran yang melanda pemukiman kawasan Cikini Kramat, Jakarta, Selasa (27/9/2022). Kebakaran yang melanda rumah padat penduduk pada dini hari tadi berasal dari ledakan kompor di lapak pedagang bubur gerobak. Sebanyak 17 unit mobil dan 85 orang personel pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi. Total luas lokasi rumah-rumah warga yang terbakar diperkirakan 2.000 meter persegi. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri mendatangi lokasi kebakaran Pasar Kembang, Cikini, Kamis (29/9/2022). Mereka melakukan upaya identifikasi penyebab kebakaran dengan cara olah tempat kejadian perkara (TKP). Identifikasi dilakukan di salah satu rumah warga yang disebut sebagai sumber kebakaran. 

Ketua Tim Puslabfor Mabes Polri Kompol Karya Wijayadi mengatakan, kedatangan mereka untuk mengumpulkan sample yang bisa dijadikan bukti petunjuk untuk membuka sebab terjadinya kebakaran. 

"Kami sudah mengidentifikasi bangunan rumah, kita ambil barang bukti berupa peralatan (masak) yang diduga penyebab kebakaran," katanya 

baca juga:

Dia mengatakan, penyelidikan dan pengumpulan sample difokuskan pada salah satu rumah warga yang pertama kali terbakar. Barang-barang yang dibawa merupakan barang rumah tangga yang potensial jadi petunjuk pemula untuk menyingkap sebab kebakaran 

"Kita akan koordinasikan dengan teman-teman penyidik yang mendampingi di TKP untuk dilakukan penyitaan barang bukti untuk diperiksa di Labfor. Ada beberapa alat masak (yang dibawa)," ungkapnya. 

Dia mengatakan, selain fokus pada runah yang disebut sebagai tempat pertama kebakaran, pihaknya juga memeriksa sekeliling area pasar untuk mengumpulkan gambaran umum lokasi kebakaran. 

'Kita tadi observasi keliling ke tempat-tempat yang diduga penyebab kebakaran, kita mengerucut ke satu lokasi awal kebakaran," ungkapnya. 

Dia mengakui terdapat kendala dalam proses identifikasi lokasi kebakaran dan pengumpulan sample. Sebab, saat dan setelah kebakaran, warga tetap berusaha menyelamatkan barang yang dianggap masih berguna. Padahal, boleh jadi, barang yang diselamatkan itu berpotensi menjadi alat bukti petunjuk. 

"Hasilnya kita nunggu pemeriksaan di laboratorium. Kami periksa barang satu minggu, karena kita load pekerjaan masih banyak," ungkapnya.