Olahraga

Cari Poin ke Olimpiade, Eko Berharap Pemerintah Bantu Pendanaan

Cari Poin ke Olimpiade, Eko Berharap Pemerintah Bantu Pendanaan
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan saat latihan di mess Kwini Marinir, Jakarta, Senin (3/12/2018). Eko menargetkan medali emas Olimpiade 2020 di nomor 61 kg yang akan berlangsung di Tokyo, China. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Status sebagai lifter senior membuat Eko Yuli Irawan tidak termasuk dalam Pelatnas Angkat Besi 2022. Namun, dengan kapasitas yang dimilikinya, Eko berharap Pemerintah masih bersedia membantunya mencari angka demi lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Hal ini disampaikan Eko di sela pelepasan atlet Indonesia yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 di Bogota, Kolombia, 5-16 Desember 2022, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Rabu (30/11). Kejuaraan ini merupakan ajang pertama untuk mencari poin menuju Olimpiade Paris 2024.

Eko termasuk dalam daftar atlet yang berangkat ke Kolombia. Sempat hendak menggunakan uangnya sendiri, peraih dua medali perak dan dua perunggu olimpiade itu akhirnya berangkat dengan biaya dari Kemenpora.

baca juga:

“Saya mengucapkan terimakasih sudah diperbantukan dan dibiayai untuk mengikuti kualifikasi di Kolombia. Yang pasti saya tidak akan menyia-nyiakan anggaran yang telah dikeluarkan ini dan kami akan maksimal untuk meraih prestasi di Kolombia,” kata Eko sebagaimana dipetik di Antara.

“Tapi setelah ini saya tidak tahu bagaimana. Intinya mudah-mudahan Kemenpora bisa berkomitmen untuk membiayai saya di tiap kualifikasi (Olimpiade 2024) single event ini. Kalau memang sampai Olimpiade Paris dibiayai untuk ikut kualifikasi ya kenapa tidak? Meskipun saya sudah tidak menjadi bagian dari Pelatnas.”

Untuk sampai ke Paris 2024, Eko setidaknya harus mengikuti lima sampai enam kejuaraan termasuk Kejuaraan Dunia 2023 dan Piala Dunia Federasi Angkat Besi Internasional 2024. Ada juga turnamen level grand prix dan Kejuaraan Asia 2023.

Pun demikian, Eko bersiap untuk segala kemungkinan termasuk jika Kemenpora tidak bersedia membiayainya untuk bertanding di kejuaraan. Sejauh ini, atlet berusia 33 tahun itu mengaku belum mendapatkan sponsor.

“Sponsor belum ada. Tapi tetap kami akan berdiskusi dulu dengan Kemenpora dan federasi. Kalau tidak ada anggaran (dari pemerintah), ya mengeluarkan uang sendiri,” kata Eko.

“Saya tahu diri karena saya bukan bagian dari Pelatnas tapi saya tetap akan koordinasi dengan PB PABSI. PB PABSI juga mencoba mengusulkan ke Kemenpora untuk penambahan (biaya) ya, karena saya tidak ada di SK (Pelatnas).”[]