News

Cara Unik India Galakkan Vaksinasi, Warga yang Enggan Disuntik Harus Pakai Poster Tengkorak

Untuk menggalakkan vaksinasi COVID-19 di India, polisi memaksa warga yang belum disuntik untuk mengenakan poster bergambar tengkorak.


Cara Unik India Galakkan Vaksinasi, Warga yang Enggan Disuntik Harus Pakai Poster Tengkorak
Polisi 'menghukum' warga yang belum divaksinasi dengan memaksa mereka mengenakan poster tengkorak bertuliskan 'Jauhi saya, saya belum divaksin'. (Foto: Arab News)

AKURAT.CO, Warga yang telah divaksinasi COVID-19 di sebuah wilayah India diberikan lencana 'patriot sejati' oleh polisi setempat. Sebaliknya, mereka yang belum divaksinasi ditandai dengan gambar tengkorak.

Dilansir dari Arab News, tingkat vaksinasi di Negeri Taj Mahal tetap rendah, meski telah dihantam gelombang kedua pandemi COVID-19 yang sangat parah. Baru 4 persen dari 1,3 miliar penduduk yang telah disuntik setidaknya 1 dosis vaksin. Pasalnya, masih banyak warga yang ragu untuk divaksin.

Di Niwari, negara bagian Madhya Pradesh, polisi dikerahkan ke 105 desa. Mereka ditugaskan untuk meyakinkan sebanyak mungkin warga guna melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dengan disuntik vaksin COVID-19.

"Masyarakat harus disadarkan akan perlunya vaksinasi dan semakin banyak orang yang harus divaksinasi. Inilah makna dari pengerahan tersebut," ungkap Kepala Polisi Distrik Niwari Alok Kumar Singh pada Kamis (10/6).

Menurutnya, rumor tentang vaksin sudah merajalela.

"Jadi, kami meyakinkan masyarakat tentang manfaat vaksin. Saya menargetkan masyarakat divaksinasi sedini mungkin di distrik ini. Itu akan membantu pencabutan lockdown dan mencegah kenaikan tingkat infeksi lebih lanjut," terangnya.

Ia pun menyalahkan tingginya angka buta huruf di utara Madhya Pradesh sebagai penyebab keragu-raguan akan vaksin. Pasalnya, hanya 50 persen penduduk di sana yang dapat membaca dan menulis.

Baca Juga: Nestapa Dokter India Hadapi COVID-19: Gaji Kecil, Kerja 24 Jam, Trauma, dan Nyawa Terancam

Polisi di Niwari lantas memulai razia di jalan utama distrik. Warga yang tak menunjukkan sertifikat vaksinasi dipaksa mengenakan poster tengkorak bertuliskan 'Jauhi saya, saya belum divaksin'. Mereka juga diminta untuk berjanji akan divaksinasi dalam waktu 2 hari. Sebaliknya, warga yang sudah divaksin diberi lencana warna-warni bertuliskan 'Saya seorang patriot sejati karena saya telah divaksinasi'.

Menurut Sarman Singh, direktur All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di ibu kota negara bagian Bhopal, teori konspirasi antivaksin sudah menjadi masalah memprihatinkan di India, terutama di daerah pedesaan.

"Vaksinasi berlangsung lambat di Madhya Pradesh dan kecepatan programnya menjadi perhatian di seluruh negeri. Di daerah pedesaan, warga bukan hanya tidak kooperatif, melainkan juga melakukan kekerasan. Di daerah pedesaan, tingkat vaksinasi sangat lambat dan menjadi tantangan bagi kami untuk mempercepatnya," tuturnya.

Sementara itu, di tingkat nasional, tak hanya keragu-raguan yang menjadi tantangan terbesar India, tetapi juga kurangnya pasokan vaksin.

"Masalahnya, ada orang yang mau divaksin, tetapi stoknya tak tersedia. Lupakan mereka yang tak mau maju, mereka mungkin jumlahnya sangat kecil. Namun, sediakan vaksin untuk sebagian besar penduduk yang mau disuntik," sarannya.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu