Lifestyle

Cara Sehat Saat Pesan Makan Online atau Terima Paket dari Kurir

Paket dari luar sudah dipastikan tidak steril


Cara Sehat Saat Pesan Makan Online atau Terima Paket dari Kurir
Ilustrasi BTS Meal yang dipesan online (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pada masa pandemi ini, apapun yang berasal dari luar rumah bisa menjadi media pengantar virus. Kamu tentu tahu bahwa makanan atau paket yang dikirim via kurir atau ojek online sudah dipegang, disentuh atau bersentuhan dengan berapa banyak tangan. Jelas, itu tidak steril.

Maka, dokter spesialis gizi klinik konsultan nutrisi pada kelainan metabolisme gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Ida Gunawan, membagikan sejumlah langkah untuk memastikan makanan yang kamu beli dari luar tetap terjaga kebersihannya.

"Setiap makanan yang dikirim kemudian dibungkus dengan plastik, maka plastik segera dilepaskan dan dibuang. Kemudian kita cuci tangan dengan bersih sebelum akhirnya membuka bungkusan makanan tersebut," kata dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu, Jumat, (11/6).

Kamu bisa menghangatkan makanan itu karena perjalanan terkadang sudah menjadi lebih dingin. Namun, bila tujuannya untuk mengurangi risiko transmisi COVID-19, menurut Ida, sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang menyatakan virus dapat dihilangkan dengan cara memanaskan makanan.

Selain memperhatikan kebersihan makanan, penting pula untuk menerapkan pola makan sehat di masa pandemi COVID-19. Ida menyarankan kamu mengonsumsi makanan dalam bentuk segar, misalnya buah-buahan, karena kandungan vitamin, mineral dan fitokimia yang berperan penting untuk kesehatan dan ikut meningkatkan antibodi masih tersimpan dengan baik.

"Kurangi yang bentuk frozen (food)," tutur dia.

Untuk porsi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan diet seimbang yakni mengandung nutrisi yang lengkap mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat, lemak, protein hewani dan nabati, ada sayur dan buah, minyak, sumber serat. Jumlahnya perlu kamu sesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk memudahkan, kamu bisa menggunakan panduan Isi Piringku, yakni setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat piring dengan karbohidrat (usahakan karbohidrat kompleks seperti nasi, sereal, kentang, roti gandum), kemudian isi seperempat piring sisanya dengan protein baik hewani maupun nabati.

Bahan lainnya, gula 4 sendok makan peres per hari; garam 1 sendok teh peres dan minyak (lemak) 5 sendok makan setiap harinya, seperti rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Bagaimana dengan gorengan?

Menurut Ida, kamu sebaiknya tak mengonsumsinya berlebihan. Kamu bisa mengonsumsinya satu kali sehari. Saat makan siang, misalnya, dengan menu nasi beserta lauk pauk ayam, tahu, tempe dan sayuran.

"Bisa ayam yang digoreng menggunakan air fryer, supaya penggunaan lemak atau minyak yang dibatasi bisa terbagi untuk memasak makanan. Menggunakan air fryer juga akan menghasilkan makanan seperti makanan yang digoreng, dengan keunggulan penggunaan lemak yang tidak berlebihan," kata Ida.

Dia mengingatkan, minyak baik itu minyak kelapa, sawit, maupun olive oil bila dipanaskan akan rusak dan berubah menjadi lemak jenuh dan lemak trans. Sementara lemak jenuh sendiri juga banyak tersembunyi dalam bahan makanan sehari-hari misalnya pada lemak daging dan santan.

WHO merekomendasikan penggunaan lemak jenuh kurang dari 7 persen dalam satu hari dan penggunaan lemak trans kurang dari 1 persen dari total kalori dalam satu hari.

"Saat mengolah makanan, seringkali menggunakan tambahan lemak jenuh yang seharusnya sudah harus ikut dihitung dalam makanan kita," demikian pesan Ida.[]

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu