News

Cara Polres Surakarta Perlakukan Eks Napi Teroris Tidak Kembali Terpapar Paham Radikal


Cara Polres Surakarta Perlakukan Eks Napi Teroris Tidak Kembali Terpapar Paham Radikal
Kapolres Surakarta AKBP Andy Rifai Jawa Tengah, Kamis (2/10/2019). (Oktaviani)

AKURAT.CO, Kepolisian RI tetap memantau eks narapidana teroris yang pernah terpapar paham radikal, meski yang bersangkutan sudah dinyatakan bebas.

"Karena paham radikal itu adalah keyakinan, dan yang bisa memisahkan dia dengan keyakinannya itu adalah kematian,"kata Kapolres Surakarta AKBP Andy Rifai, di Polres Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019).

Maka dari itu, Andy mengatakan pihak kepolisian terus memantau kondisi narapidana ketika yang bersangkutan kembali ke tengah masyarakat.

"Sekembalinya dia setelah dari tahanan, tetap harus ada pendampingan terus menerus, baik dari anggota Polri, oleh tokoh agama, serta tokoh masyarakat,"ujarnya

Dengan melalui bimbingan dan pendampingan tersebut, diharapkan para mantan narapidana kasus teroris dapat hidup di tengah masyarakat tanpa kembali kepada paham radikal.

Meski begitu, Andy mengatakan pendampingan dan pemantauan untuk para mantan narapidana kasus terorisme bukanlah hal yang mudah, mengingat label sebagai mantan napi teroris selalu menjadi kendala di tengah masyarakat.

"Karena begitu para mantan napi ini kembali ke tengah masyarakat, malah ada masyarakat yang justru menjauhi,"tuturnya.

Oleh sebab itu pihak kepolisian selalu berupaya supaya masyarakat di lingkungan tempat tinggal mantan napi teroris, supaya dapat menerima yang bersangkutan, mengingat dia telah menjalani hukumannya

"Ini penting sekali, karena kuncinya itu memang dari lingkungan," tegasnya. []