Lifestyle

Cara Aman Orangtua Mendamaikan Kakak yang Jahili Adik

Mungkin Bunda sering menghadapi kondisi saat kakak mengganggu adik. Berikut cara-cara mendamaikan kakak yang jahil kepada adik


Cara Aman Orangtua Mendamaikan Kakak yang Jahili Adik
Ilustrasi kakak dan adik (MIRROR.CO.UK)

AKURAT.CO, Mungkin Bunda sering menghadapi kondisi saat kakak mengganggu adik dengan tindakan-tindakan yang membuat adik jengkel seperti menyakiti si adik, mencubit, menjambak atau memukulnya. 

Hal ini tentu membuat pertengkaran di dalam keluarga, sehingga membuat Ayah dan Bunda bingung harus bersikap apa. Kira-kira bagaimana cara menghadapi kondisi ini? 

Berikut cara-cara mendamaikan kakak yang jahil kepada adik, yang dilansir Akurat.co dari berbagai sumber.

Mengetahui penyebabnya

Ayah dan Bunda perlu mengetahui penyebab dari tindakan si kakak yang menjahili adiknya. Bisa jadi dia memang merasa cemburu dan membutuhkan perhatian dari Ayah dan Bunda. 

Misalnya, si kakak akan mendapatkan perhatian ketika adiknya menangis. Ayah atau Ibu biasanya datang dan memarahi si kakak. 

Jangan lupa, meski reaksi orangtua pada si kakak adalah negatif dengan marah-marah misalnya, tetap saja itu merupakan suatu bentuk penghargaan baginya.  

Jika si kecil memang melakukannya karena kurang perhatian, ada baiknya Ayah dan Bunda introspeksi. Melakukan introspeksi menjadi penting karena bisa jadi Ayah dan Bunda sebagai orangtua memang lebih memerhatikan anak yang lebih kecil ketimbang anak yang lebih besar karena sudah bisa lebih mandiri. 

Segera menghentikan kekerasan yang terjadi

Kakak dan adik mulai saling memukul? Segera pisahkan mereka. 

Beritahu keduanya bahwa perilaku kasar tidak bisa diterima di rumah. Beri tahu mereka bahwa perilaku agresif dan kejam tidak akan ditoleransi oleh Ayah dan Bunda.

Kemudian, disiplinkan keduanya sesuai dengan akar masalah mereka. Ajarkan kakak dan adik untuk menghormati satu sama lain, meski sedang tidak sepakat terhadap suatu hal. Tunjukkan pula relasi kakak adik yang sehat.

Membuat anak yang mengganggu duluan untuk bertanggung jawab

Apapun alasannya, beritahu anak-anak bahwa melakukan perundungan kepada saudaranya adalah pilihan mereka sendiri. 

Pertegas bahwa melakukan hal tersebut dapat menimbulkan rasa sakit hati pada saudara mereka. Lagipula, bukankah mereka sendiri juga tidak mau mendapatkan perlakuan yang sama.

Ayah dan Bunda perlu memberikan konsekuensi yang sesuai, apakah kakak/adik harus dihukum dan meminta maaf kepada saudaranya di depan Ayah dan Bunda atau sementara waktu kehilangan haknya, seperti pemotongan jam bermain atau waktu tidur lebih cepat. 

Pastikan hukuman sesuai dengan tingkat keparahan perundungan. Namun, lebih baik lagi kalau hukuman tersebut dapat menyadarkan kakak agar tidak lagi mengganggu adiknya. 

Mencegah kecemburuan antar saudara kandung

Dilansir dari laman Healthline, cemburu memang wajar, tetapi jangan sampai diperparah dengan perlakuan yang tidak adil. Hindari memberikan label kepada anak, seperti si Pintar dan si Pemalas. Apalagi bila perkara fisik ikut dibanding-bandingkan, seperti terang-terangan menyebut adik lebih pintar dari kakak.

Meskipun kakak dan adik punya kualitas berbeda sebagai seorang anak, yakinkan bahwa mereka sama-sama unik dan berharga. Bila kebutuhan kakak maupun adik dipenuhi, maka tidak ada lagi rasa cemburu hingga timbul keinginan untuk saling mengganggu.

Berikan contoh anak saling menghormati

Anak adalah peniru orangtua. Ayah dan Bunda bisa memberi contoh baik dengan saling menghormati. Bila hubungan Ayah dan BUnda harmonis, anak akan mengikutinya. 

Ajaklah anak untuk menjadi teman baik bagi saudaranya sendiri dulu. Ayah dan Bunda juga bisa memberikan contoh lewat cara yang lain, misalnya membacakan buku cerita bernilai filosofis keluarga.

Mengajarkan empati

Ajarkan anak berempati untuk mencegah kejahilan kakak berlanjut. Anak yang menyadari bahwa jahil hanya akan menyakiti sesama, berarti kakak sudah memiliki kepekaan sosial yang baik. 

Mengajarkan cara mengatasi konflik dan menyelesaikan masalah anak-anak tidak secara otomatis tahu cara mengatasi konflik dan menyelesaikan masalah. Daripada jadi ribut, lebih baik ajak anak-anak untuk bekerja sama dalam menyelesaikan.  

Berusaha mencegah kakak menjahili adik 

Lalu, bagaimana cara mencegah kakak agar tidak mengganggu adiknya lagi? Awasi interaksi mereka untuk sementara waktu. 

Bila si Kakak mulai mengganggu adiknya lagi, meskipun dengan alasan iseng, perhatikan reaksi adik. 

Bila adik sudah tampak biasa saja dengan cara membalas lebih cerdas, berarti adik sudah bisa membela diri sendiri. 

Jangan lupa, selalu ingatkan anak-anak bahwa saling menyayangi itu jauh lebih baik.[]