Lifestyle

Anak Bau Mulut, Cukup dengan Sikat Gigi?

Bau mulut anak biasanya bisa diatasi dengan sikat gigi dan cara sederhana. Namun, dalam beberapa kasus, kamu mungkin perlu mencari perawatan medis.


Anak Bau Mulut, Cukup dengan Sikat Gigi?
Cara mengatasi bau mulut pada anak (FREEPIK)

AKURAT.CO, Sebagian besar anak mengalami 'bau mulut' saat bangun tidur. Ini biasanya hilang setelah anak makan, minum dan membersihkan giginya. Bau mulut semacam ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Jika kamu merasa aroma yang kurang sedap setiap kali si kecil menghembuskan napas, anak mungkin mengalami bau mulut yang secara medis dikenal sebagai halitosis.

Sementara sebagian besar pemicu bau mulut, seperti kebersihan mulut yang buruk, makan makanan berbau, atau mulut kering. Ini semua dapat dengan mudah diobati di rumah. Sementara, penyebab lain dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius yang harus diwaspadai, seperti diabetes dan penyakit paru-paru.

Namun, secara umum, bau mulut pada anak memang wajar terjadi, tetapi tidak selalu permanen. Tergantung pada penyebabnya, bau tidak sedap tersebut dapat diatasi dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut atau mengunjungi dokter gigi.

Berikut Akurat.co rangkum cara sederhana mengatasi bau mulut pada anak, Kamis, (23/9/2021): 

Menjaga kebersihan mulut

Kebersihan gigi dan mulut yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi bau mulut. Ya, umumnya bau mulut anak disebabkan oleh kuman penyebab bau mulut di antara gigi dan gusi (area periodontal).

Jadi, pastikan anak menyikat gigi dua kali sehari, dan melakukan flossing satu kali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan plak di sepanjang garis gusi dan bakteri dari lidah. Anak yang sudah cukup besar bisa mencoba menggunakan obat kumur antibakteri. Disarankan agar orang tua membantu menyikat gigi anak sampai mereka berusia enam tahun.

"Sikatlah gigi setidaknya sebanyak dua kali sehari, terutama sebelum tidur," ujar Dr. Geogina Roa-Remulla, dokter gigi anak dan Direktur Philippine Pediatric Dental Society, Inc (PPDSI).

Minum air putih 

Jurnal National Library of Medicine menunjukkan bahwa mulut yang kering menyebabkan bau mulut. Jadi, minumlah air putih untuk membantu tubuh memproduksi air liur lebih banyak sehingga mulut tidak kering. Dengan minum air putih, sel-sel mati penyebab bau mulut tersingkir.   Ingatkan mereka untuk selalu berkumur-kumur setiap selesai makan.

Usahakan anak setidaknya delapan gelas air per hari dan mengurangi minuman manis dan minuman berkafein seperti soda dan kopi.

Makanan bernutrisi

Selain air putih, kamu juga bisa memberikan anak makanan bernutrisi yang bisa meningkatkan produksi air liurnya, seperti nasi merah, jeruk, sayuran dan buah. Kurangi asupan makanan manis, termasuk cokelat dan permen untuk mencegah bau mulut pada anak.

Yoghurt

Penelitian dalam Journal of International & American Association for Dental Research menunjukkan bahwa yoghurt juga dapat membantu mengurangi bau mulut pada anak. Jadi, berikan anak setidaknya satu porsi yoghurt tanpa lemak per hari untuk melawan bau mulutnya. 

Menghentikan kebiasaan bernapas melalui mulut

Bernafas dari mulut dapat menurunkan produksi air liur, mengeringkan mukosa mulut, dan menyebabkan pelepasan bakteri yang berbau busuk di dalam mulut.

Ada beragam alasan anak bernapas lewat mulut, di antaranya hidung tersumbat, alergi, hingga adanya gondok besar. Jadi, kamu harus mengatasi masalah tersebut agar anak bisa kembali bernapas lewat hidung. Jika anak terus-menerus bernapas melalui mulut, mintalah bantuan dokter. Sebab, banyak penyebab pernapasan melalui mulut memerlukan perhatian medis. 

Rutin memeriksa gigi

Anak-anak disarankan untu datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Kamu mulai bisa membawa anak ke dokter gigi sejak usia satu tahun, atau pada saat gigi pertamanya sudah tumbuh. 

"Jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk periksa gigi adalah sejak anak tumbuh gigi pertama atau selambat-lambatnya saat ia berusia satu tahun. Hal ini didukung juga oleh American Pediatric Dental Association,” ujar drg. Rizka Aulia Zaim.

Adapun bau mulut anak biasanya bisa diatasi dengan sikat gigi dan cara sederhana. Namun, dalam beberapa kasus, kamu mungkin perlu mencari perawatan medis. Berikut ini beberapa kondisi dimana kamu harus membawa anak ke dokter untuk mengetahui penyebab bau mulutnya:

Napas pagi yang ekstrim

Bau mulut saat bangun pagi adalah hal yang normal. Tetapi, jika anak memiliki bau mulut yang sangat kuat di pagi hari dan tidak kunjung hilang, mereka mungkin membutuhkan bantuan. Ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami halitosis yang memerlukan perawatan medis.

Kerusakan gigi

Kerusakan gigi dapat menyebabkan banyak masalah, tetapi bau mulut adalah salah satu yang terlihat. Gigi berlubang dapat menjadi sarang bakteri, yang dapat menyebabkan bau mulut. Anak harus segera menemui dokter gigi untuk menambal atau mencabut gigi yang bersangkutan.

Telinga, tenggorokan, dan hidung

Ketika bakteri menumpuk di mulut anak, satu-satunya tanda mungkin adalah bau mulut mereka. Infeksi sinus, amandel yang membesar, dan refluks asam juga dapat menyebabkan bau mulut. Jika napas anak tidak membaik dengan menyikat gigi atau perawatan lain, mereka mungkin memiliki kondisi mendasar yang perlu ditangani oleh seorang profesional medis.[]