Rahmah

Cara Mudah Abu Nawas Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Saat Abu Nawas mengunjungi ladang tersebut, dirinya mendadak penasaran dengan sebuah pohon arbei yang besar.


Cara Mudah Abu Nawas Mensyukuri Nikmat Allah SWT
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya.

Selain karena kecerdikannya, Abu Nawas ternyata memiliki ladang yang luas. Ladang itu ia tanami dengan berbagai macam jenis tumbuhan serta buah-buahan.

Hingga saat Abu Nawas mengunjungi ladang tersebut, dirinya mendadak penasaran dengan sebuah pohon arbei yang besar. Pikirnya bagaimana mungkin sebuah pohon besar, namun menghasilkan buah yang kecil.

baca juga:

"Kenapa sebabnya pohon arbei yang besar ini hanya memiliki buah yang sangat kecil saja. Sedangkan pohon labu yang kecil merambat dan mudah patah saja bisa menghasilkan buah yang besar-besar," gumam Abu Nawas dalam hatinya penuh penasaran.

Ditengah-tengah lamunannya, tiba-tiba saja datang angin kecil yang meniupi pohon arbei miliknya itu. Hal itu membuat ranting pohon arbei pun ikut bergerak-gerak dan juga saling bergesekan. 

Tak berselang lama, buah arbei itu jatuh tepat di kepala Abu Nawas yang kebetulan sedang tidak bersorban. Usut punya usut, kejadian itu ternyata menjadi jawaban atas pertanyaan Abu Nawas.

"Ternyata seperti ini jawabannya," gumam Abu Nawas merasa lega.

Karena kejadian itu, Abu Nawas merasa beruntung karena ia hanya kejatuhan buah arbei saat sedang beristirahat. Bagamana jadinya jika dirinya sedang beristirahat di bawah pohon labu dan kejatuhan buahnya. 

Kisah di atas menggambarkan bahwa Allah SWT telah menciptakan setiap makhluknya dilengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semua makhluk Allah SWT itu berjalan sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing. 

Untuk diketahui, Abu Nawas dikenal sebagai penyair dan juga sosok jenaka yang penuh dengan kecerdasan. Sejak tinggal di Baghdad, Abu Nawas memiliki hubungan kedekatan dengan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid karena dirinya selalu dapat memberikan solusi atas segala macam masalah kenegaraan.

Namun namanya juga manusia. Di saat sudah mendapat posisi dan jabatan yang diinginkan, disitu pasti ada yang tidak suka. Hal ini terbukti terjadi pada diri Abu Nawas. Atas dasar kedekatannya dengan Baginda, sehingga tak sedikit membenci dan menaruh dendam kepada Abu Nawas. Wallahu A'lam Bishawab. []