Lifestyle

Bunda, Ini Cara Jaga Kehamilan Trisemester Pertama Agar Terhindar dari Keguguran

Selain janin masih lemah dan rentan keguguran, menjaga kesehatan saat hamil muda merupakan hal krusial untuk perkembangan organ vital janin


Bunda, Ini Cara Jaga Kehamilan Trisemester Pertama Agar Terhindar dari Keguguran
Hamil muda

AKURAT.CO, Hamil muda pada trisemester pertama adalah ketika usia kehamilan baru mencapai 1–12 minggu. Pada masa ini, para ibu hamil akan mengalami mual, muntah, lelah dan masih banyak lagi.

Selain masih lemah dan rentan keguguran, menjaga kesehatan saat hamil muda juga merupakan hal penting dan krusial untuk perkembangan organ vital janin. Oleh sebab itu, para ibu hamil wajib menjaga kehamilannya tetap sehat.

Lantas, apa yang harus dilakukan ibu yang sedang hamil muda?

Berikut Akurat.co merangkum beberapa hal yang wajib dilakukan Ibu hamil agar janin tetap sehat:

Cukupi waktu istirahat

Bumil alias Ibu hamil memang wajar sering merasa lelah. Namun, rasa lelah tersebut bisa diatasi dengan istirahat yang cukup. Cobalah tidur lebih awal dan penuhi waktu tidur setidaknya 8 jam setiap malamnya supaya badan tidak mudah lemas. Jika sempat, kamu bisa meluangkan waktu untuk tidur siang untuk mengembalikan energimu di siang hari.

Batasi aktivitas berat

Pada kehamilan muda, janin belum terlalu kuat, sehingga guncangan dan aktivitas berat dapat menyebabkan kontraksi pada rahim. Ingat, banyak keguguran terjadi hanya karena goyangan pada perut.

Menambah asupan asam folat & zat besi

Pada trimester awal, Bumil membutuhkan sebanyak 400 mcg asam folat setiap hari untuk membantu perkembangan saraf janin. Selain asam folat, Ibu hamil muda juga membutuhkan asupan zat besi. Sebab, kondisi kekurangan zat besi dapat menyebabkan ibu mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah.

Selama hamil muda, Bumil juga sebaiknya tidak mengonsumsi makanan mentah, susu yang tidak dipasteurisasi (susu mentah), dan ikan yang tinggi kadar merkuri.

Mencukupi kebutuhan cairan

Saat hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Bumil disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 8–10 gelas air putih per hari. Kebutuhan cairan tersebut penting untuk dipenuhi agar Bumil tidak mengalami dehidrasi.

Batasi konsumsi kafein

Konsumsi kafein yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko keguguran. Bumil hanya boleh mengonsumsi kafein sebanyak 200 mg per hari atau setara dengan 2 gelas kopi instan.

Merokok dan menghindari asapnya

Merokok maupun asap rokok merupakan hal krusial yang wajib dihindari oleh ibu hamil. Penelitian membuktikan rokok dapat membahayakan kesehatan ibu hamil serta janin. Pada ibu hamil, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti preeklamsi.

Janin juga bisa mengalami cacat bawaan lahir, kelahiran prematur, terlahir dengan berat badan rendah hingga keguguran.

Tak hanya itu, asap rokok juga tak kalah berbahayanya bagi bumil dan janin. Asap rokok dapat menimbulkan resiko penyakit seperti asma dan infeksi paru-paru. Oleh sebab itu, bumil disarankan tidak menjadi perokok aktif maupun pasif untuk menjaga kehamilan muda sampai ke trimester berikutnya.

Konsumsi minuman beralkohol

Jika Bumil sering mengonsumsi alkohol, janin akan berisiko mengalami kondisi yang disebut fetal alcohol syndrome (FAS). Gangguan ini dapat menyebabkan janin terlahir dengan berat badan rendah, hambatan tumbuh kembang, dan gangguan perilaku.

Hati-hati mengonsumsi obat

Bumil wajib ekstra hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, terlebih obat yang dijual bebas di apotik. Kandungan beberapa jenis obat dapat menembus plasenta janin yang berakibat fatal pada tumbuh kembang janin.

Stres berlebihan

Sering stres saat hamil dapat membuat ibu hamil rentan mengalami depresi. Selain itu, stres berat pun dapat mengganggu tumbuh kembang janin dan meningkatkan risiko terlahir prematur. Oleh sebab itu, Bumil sebisa mungkin selalu dalam kondisi happy. Hindari stres dengan melakukan hal-hal yang disenangi. Lakukan meditasi atau curhat dengan pasangan atau orang terdekat.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co