Lifestyle

Cara Mengetahui Plagiarisme untuk Konten Kreator

Hadirnya media sosial dewasa ini membuka lapangan kerja baru sebagai konten kreator namun waspada plagiarisme.


Cara Mengetahui Plagiarisme untuk Konten Kreator
Ilustrasi - Konten Kreator Gaming, MiawAug dan Bangpen (kedua dari kanan) disela acara YouTube FanFest di Jiexpo Kemayoran, Jumat (29/11) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO Hadirnya media sosial dewasa ini membuka lapangan kerja baru sebagai konten kreator. Profesi tersebut menghasilkan milyarder baru tanah air.

Namun perlu upaya dan tekad yang kuat untuk menjadi konten kreator. Karena banyak juga konten kreator yang putus asa sebelum kontennya dinikmati banyak orang.

Ada tips yang harus diperhatikan untuk menjadi konten kreator yang baik dari Ketua Bidang Litbang SDM dan Relawan TIK Indonesia, Muhammad Mihram.

baca juga:

Mihram mengingatkan agar dalam membuat karya di media sosial atau di dunia digital wajib menghindari apa yang ia sebut plagiarisme digital. 

Mihram menyebutkan beberapa hal yang termasuk ke dalam tindakan plagiarisme, di antaranya tata bahasa, pemikiran, argumentasi, dan parafrase.

Materi dilanjutkan oleh Mihram dengan menuturkan simbol-simbol yang terkait dengan plagiarisme, yakni copyright (hak cipta), registered (teregistrasi), dan trademark. 

“Bagaimana cara mengecek atau mengenali tindakan plagiarisme? Salin pesan yang ada di Whatsapp kemudian masukkan ke dalam mesin pencari yang Anda miliki. Pencarian ini dapat dilakukan baik dalam bentuk paragraf, kata kunci, maupun parafrase. Kalau bicara gambar, Anda bisa menggunakan Google Image, Quetext, dan lain sebagainya,” katanya dalam webinar dengan tema “Menghargai Karya Orang Lain di Media Sosial" di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (5/7). 

Dalam acara tersebut juga bicara Nina Ulfah N. Gaffar selaku Praktisi Pariwisata dan Relawan Mafindo.

Menurut Nina, media sosial tak melulu menjadi tempat untuk “curhat” atau berbagi informasi tentang segala hal.