Lifestyle

Cara Mengatasi Kekeringan Vagina dan Meningkatkan Pelumasan

Hormon estrogen memainkan peran penting dalam hubungan seksual dan kesehatan vagina


Cara Mengatasi Kekeringan Vagina dan Meningkatkan Pelumasan
Ilustrasi - Kesehatan vagina || Cara untuk meningkatkan pelumasan vagina (UNSPLASH/ Malvestida Magazine)

AKURAT.CO Kekeringan vagina adalah gejala umum yang sering dikaitkan dengan penurunan kadar estrogen. Seperti diketahui, hormon estrogen memainkan peran penting dalam hubungan seksual dan kesehatan vagina. Ketika kadar estrogen rendah, ini  dapat menyebabkan jaringan vagina menjadi tipis, rapuh, dan kering, membuat seks menjadi menyakitkan.

Wanita dari semua kelompok umur dapat mengalami kekeringan vagina, tetapi lebih sering terjadi pada mereka yang menopause. Penyebab lain dari kekeringan vagina meliputi fluktuasi hormon karena siklus menstruasi, persalinan, dan menyusui, kemoterapi, penggunaan obat jerawat, kontrasepsi hormonal, gangguan autoimun hingga diet tidak seimbang. 

Apabila kamu mengalami kekeringan vagina, jangan mengabaikan hal tersebut.  Cari bantuan medis jika kekeringan terus-menerus atau menyakitkan. 

baca juga:

"Jika membiarkan kekeringan dan penipisan vagina berlangsung cukup lama, terkadang lebih sulit untuk memperbaikinya," kata Anita Sadaty, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dikutip AKURAT.CO, Selasa (5/7/2022).

Selain menemui dokter, kamu juga mungkin bisa mengatasi masalah ini dengan  suplemen.  Pertama, kamu bisa mengonsumsi vitamin A dan beta-karoten. Vitamin A penting dalam perkembangan selaput lendir, yang meliputi lapisan vagina. Namun jangan mengonsumsinya secara berlebihan karena berpotensi menyebabkan kerusakan hati. 

"Ini sangat membantu dalam hal kelembaban dan produksi kolagen. Jika vitamin A menjadi sangat tinggi , bisa ada cedera hati  tapi sejujurnya cukup sulit untuk overdosis," kata Sadaty. 

Sementara tubuh akan menggunakan beta-karoten  untuk membuat vitamin A yang baik untuk kesehatan vagina. Beta-karoten ditemukan dalam makanan termasuk wortel, sayuran berdaun hijau tua, ubi jalar , brokoli, melon, dan labu musim dingin. Meskipun tidak beracun dalam dosis tinggi, terlalu banyak beta-karoten dapat menyebabkan kulit menjadi berwarna kuning-oranye di antara efek samping lainnya . 

Selain itu, kamu pun dapat menggunakan  asam lemak esensial akan membantu memperbaiki arsitektur mukosa vagina. Sebuah studi tahun 2012 menemukan omega-3 secara signifikan mengurangi kekeringan vagina selama enam bulan di antara penderita kanker payudara pasca menopause dengan penipisan, pengeringan, dan peradangan pada dinding vagina. 

"Meskipun ada kekhawatiran bahwa kadar omega-3 yang tinggi dapat menyebabkan pengenceran darah atau pendarahan berlebih, penelitian tidak mendukung klaim itu," ujar Sadaty.