Lifestyle

Cara Mengajarkan Anak Usia TK Membaca dan Menulis, Sambil Bermain Biar Seru

TK Wensen School Indonesia membagikan pengalaman dalam mengajarkan siswa-siswinya belajar membaca dan menulis secara menyenangkan.

Cara Mengajarkan Anak Usia TK Membaca dan Menulis, Sambil Bermain Biar Seru
Bu Weni membagikan cara mengajarkan membaca dan menulis untuk siswa-siswi TK Wensen School Indonesia (Tangkap Layar TikTok @wensenschoolindonesia)

AKURAT.CO  Masa anak-anak, termasuk usia KB dan TK (2-6 tahun),merupakan masa-masa bermain sekaligus masa-masa emas untuk menerima berbagai rangsang.

Pada masa ini, anak dapat diberi berbagai materi asal sesuai dengan perkembangan mereka, yakni melalui bermain.

Sayangnya, sebagian guru dan orang tua masih memilah antara bermain dan belajar, sehingga ada pengaturan waktu bermain dan belajar.

baca juga:

Belajar diartikan sebagai aktivitas produktif dan bermain diartikan sebagai aktivitas tak produktif.

Padahal, baik belajar maupun bermain merupakan aktivitas yang komplementer dan integralistik dalam kehidupan semua anak. Artinya, melalui bermain itulah anak belajar.

Dikutip dari buku "Menumbuhkembangkan Baca-Tulis Anak Usia Dini" oleh Tadkiroatun Musfiroh menyebutkan berbagai penelitian tentang keberhasilan membaca menunjukkan bahwa keberhasilan membaca tidak dapat dipisahkan dari kesadaran akanstruktur bunyi dari kata-kata.

Beberapa penelitian untuk membangkitkan kesadaran fonem pun akhirnya dilakukan, antara lain model pembelajaran yang simultan antara membaca dan menulis dengan instruksi naturalistik.

Penelitian ini dilakukan di Universitas Wyoming dan menghasilkan temuan bahwa kesadaran akan fonem dapat dibangkitkan melalui pembelajaran terpadu antara membaca dan menulis (Ukrainetz,2000).

Pembelajaran membaca tidak akan berhasil apabila tidak didasarkan pada dua hal, yakni kemunculan literacy anak (emergent literacy) dan kebermaknaan belajar membaca bagi anak.

Ini berarti, pembelajaran membaca akan efektif ketika diberikan pada saat anak membutuhkan dan menginginkan.

Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menstimulasi anak agar mereka tertarik membaca, senang terhadap tulisan, dan memiliki kesadaran fonem dan leksikal.

Menurut Jalongo dan kawan-kawan, buku-buku yang penuh gambar dengan sedikit tulisan justru efektif untuk mendorong anak senang membaca (Jalongo, et al. 2002).

Menurut beberapa ahli, kemunculan bahasa tulis pada anak dapat dirangsang melalui berbagai macam kegiatan, antara lain melalui rekonstruksi cerita dari buku bergambar.

Menurut penelitian Kraayenoord &Paris (1996), kegiatan mengkonstruksi cerita dari buku bergambar dapat membangkitkan bahasa tulis anak, terutama karena berkaitan dengan aktivitas memaknai dan mengkonstruksi pemahaman. Kegiatan ini dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan anak mendekoding makna teks.

Hal diatas juga dilakukan TK Wensen School Indonesia ketika mengajarkan siswa-siswinya. Dalam unggahan video pendek yang diunggah di akun TikTok @wensenschoolindonesia, salah satu gurunya, Bu Weni mengajak adik-adik untuk mengenal huruf besar dan kecil dengan menebal tipiskan huruf yang ada di buku modul dari TK Wensen School.

"Teman-teman bisa tebalkan huruf titik-titiknya nih," ujar Bu Weni sambil mengajak bunda supaya menemani ananda dalam belajar membaca dan menulis agar lebih semangat.

@wensenschoolindonesia Mengenalkan budaya literasi dengan membaca???? #wensenschoolindonesia#wensenmotessori#fyp suara asli - Wensen School Indonesia

Nah bagi bunda yang berminat dengan buku modulnya bisa segera kunjungi TikTok Shop @wensenschoolindonesia.