Lifestyle

Dari Kasus Saipul Jamil, Mari Ajari Anak Menjaga Bagian Tubuh Privasinya

Berikut tips mengajarakan pendidikan teks soal anggota tubuh privasi anak yang tidak boleh disentuh orang lain, agar terhindar dari pelecehan seksual.


Dari Kasus Saipul Jamil, Mari Ajari Anak Menjaga Bagian Tubuh Privasinya
Petisi boikot Saipul Jamil (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Kasus kekerasan seksual seperti pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak menyeruak kembali setelah pelaku pencabulan yang juga selebriti, Saipul Jamil, menimba kontroversi setelah bebas dari penajara.

Ketahui bahwa kasus pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak mendominasi saat pandemi virus corona Covid-19. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada 419 kasus anak yang sedang berhadapan dengan hukum (ABH) karena menjadi korban kekerasan seksual pada 2020. Tak hanya itu, kasus anak yang menjadi korban sodomi/pedofilia mencapai 20 kasus.

Melihat angka-angka tersebut, memberikan pandangan bahwa pendidikan seks kepada anak sejak dini adalah hal yang penting. Tujuannya agar anak dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan, seperti pelecehan atau kejahatan seksual.

Namun, beberapa orangtua menganggap bahwa pendidikan seks adalah tabu bagi anak-anak. Alasannya, pengetahuan tersebut akan mengalir seiring berjalannya usia mereka. Bahkan, beberapa orangtua masih tampak bingung untuk memberikan edukasi soal seks kepada anak di usia dini.

Oleh karena itu, berikut tips mengajarakan pendidikan teks soal anggota tubuh privasi anak yang tidak boleh disentuh dan dilihat orang lain, agar terhindar dari pelecehan seksual:

Jawab semua pertanyaan anak

Ada beberapa orangtua risih ketika menyebut vagina, penis, payudara, dan pantat di depan anak. Namun, orangtua perlu mengajarkan anak tentang nama-nama alat reproduksi ini dengan jelas.

Jika di kemudian hari dia mengalami gangguan atau ada keluhan dengan bagian tersebut, orang dewasa di sekitarnya akan lebih memahami kondisi si anak.

Jawab semua pertanyaan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, misalnya jika anak lelaki menanyakan kenapa dirinya punya penis, tidak seperti adik perempuannya, atau kenapa anak belum mempunyai payudara seperti Bunda. 

Sembari menjawab, orangtua bisa memperkenalkan kepada anak bagian tubuh privasi yang tak boleh dipegang oleh orang lain. Mama hanya cukup menjelaskan bahwa area yang tertutup pakaian renang merupakan area pribadi tubuhnya yang tidak boleh diperlihatkan atau disentuh oleh orang lain.

Menutup pintu

Jangan pernah ragu untuk menutup dan mengunci pintu kamar mandi atau kamar tidur anak ketika anak sedang memakai baju. Tidak apa-apa jika mereka menangis sejenak.

Ketika anak sudah selesai menangis, baru orangtua baru jelaskan ke anak bahwa menutup pintu saat mandi dan ganti baju bisa mencegah orang lain menyentuh daerah privasinya.

Lalu, ajarkan mereka untuk mengetuk pintu terlebih dahulu dan menunggu respon hingga orangtua mengizinkan masuk ke kamar orangtua.

Ajarkan apa yang boleh dilakukan anak di tempat umum

Jelaskan pada anak bahwa ada hal-hal yang boleh dipakai di depan orang lain dan yang tidak. Memakai sepatu tidak apa-apa jika dilakukan di depan orang lain di tempat umum. Namun tidak untuk memakai pakaian, apalagi pakaian dalam.

Lalu, mencuci tangan tidak apa-apa dilakukan di depan orang lain. Akan tetapi, tidak saat dia sedang buang air kecil.

Ajari anak untuk menjaga daerah privasi

Setelah membicarakan bagian-bagian tubuh yang bersifat privasi,ajarkan anak juga untuk memiliki perasaan untuk menjaga keseluruhan tubuhnya secara utuh.

Orangtua harus membuat anak paham untuk menjaga tubuhnya tidak terluka. Misalnya, mengupayakan dengan mengajari anak supaya tidak ceroboh saat bermain. Pastikan anak mengerti untuk tidak bermain dengan benda-benda yang berbahaya dengan memberi tahu konsekuensinya.

Sebagai informasi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Bintang Puspayoga mengimbau agar masyarakat tidak segan untuk melaporkan langsung segala bentuk kekerasan terhadap anak kepada Kemen PPPA melalui pengaduan masyarakat Kemen PPPA ke nomor HP 082125751234 dan akun sosial media Kemen PPPA.[]