Tech

Cara Mengamati Komet Hijau, Pertama Kali Dalam 50 Ribu Tahun

Cara Mengamati Komet Hijau, Pertama Kali Dalam 50 Ribu Tahun
Ilustrasi komet hijau. (The Guardian)

AKURAT.CO Sebuah komet hijau yang tidak terlihat sejak zaman Homo Sapiens kembali menjelajahi Bumi dan kembali menghiasi langit malam Bumi. Komet yang telah lama terlupakan oleh umat manusia bisa terlihat oleh beberapa orang dengan mata telanjang di area paling gelap. Melihatnya sekilas mungkin tidak akan mudah tetapi mengingat ini adalah komet paling langka, mungkin kamu harus mencobanya.

Komet adalah benda besar yang terbuat dari debu dan es. Mereka mengorbit matahari dalam jalur elips, berakselerasi saat mendekati perihelion (lintasan objek terdekat ke matahari), dan agak melambat saat mereka surut ke jangkauan terluar tata surya.

Apa itu Komet Hijau?

Dilansir dari laman starwalk.space.com, Selasa (24/2/2023), para ahli menunjuk tanggal 1 atau 2 Februari 2023, sebagai tanggal terdekat Komet hijau melintasi planet kita. Komet yang memancarkan warna hijau tersebut dikenal sebagai Komet C/2022 E3 (ZTF).

baca juga:

Arti nama Komet C/2022 E3 (ZTF) adalah.

- Huruf C berarti komet tidak periodik (hanya akan melewati Tata Surya satu kali atau mungkin membutuhkan waktu lebih dari 200 tahun untuk mengorbit Matahari).

- 2022 E3 berarti komet itu terlihat pada awal Maret 2022 (yang berkorelasi dengan huruf E menurut sistem penamaan komet yang disetujui oleh IAU ) dan merupakan objek ke-3 yang ditemukan pada periode yang sama.

- ZTF berarti penemuan itu dilakukan dengan menggunakan teleskop Zwicky Transient Facility.

Mengapa Komet Hijau C/2022 E3 (ZTF) spesial?

Para astronom tidak yakin seberapa jauh komet hijau ini akan bergerak meninggalkan Bumi. Namun, mereka memprediksi bahwa salah satu benda antariksa itu akan meninggalkan tata surya kita sepenuhnya. Karena sifat orbitnya, Komet hijau mungkin tidak akan pernah mengunjungi Tata Surya bagian dalam lagi, artinya ini bisa menjadi kesempatan terakhir umat manusia untuk melihat Komet C/2022 E3 (ZTF). 

Setiap komet memiliki periodenya sendiri, atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu orbit dan memulai yang baru. Komet periode pendek dapat melewati matahari setiap 200 tahun atau kurang. Komet tersebut tidak bergerak terlalu jauh di tata surya (biasanya hanya ke sabuk Kuiper, atau wilayah tepat di luar Neptunus), dan memulai perjalanan pulang mereka dengan lebih cepat.

Komet "periode panjang" mungkin membutuhkan waktu hingga 250.000 tahun untuk mengunjungi kembali pusat tata surya. Benda-benda pemberani itu beroperasi pada orbit yang membawa mereka ke pinggiran jauh sistem tata surya, seringkali 50.000 kali lebih jauh daripada komet periode pendek. Komet periode panjang itu membentuk awan Oort, atau sekumpulan puing komet di pinggiran tata surya.

Penyebab warna komet hijau

Sebenarnya komet C/2022 E3 (ZTF) tidak memiliki warna hijau. Kepala komet yang paling bercahaya memancarkan warna hijau karena sebuah reaksi kimia yang jarang terjadi. 

Menurut sebuah studi pada 2021 lalu dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Munculnya cahaya ini kemungkinan adalah karena karbon diatomik (C2). Saat sinar ultraviolet matahari memecah molekul tersebut, komet C/2022 E3 (ZTF), akan memancarkan cahaya yang berwarna kehijauan yang bisa bertahan dalam beberapa hari .

Lalu cahaya hijau tersebut akan menghilang sebelum bagian ekor komet, koma, yang terbuat dari gas. Gas inilah hasil radiasi matahari dan kerap berpendar biru karena sinar ultraviolet.

Cara melihat Komet C/2022 E3 (ZTF)

Komet ini akan melintas pada 1 Februari pukul 18.30 hingga 2 Februari pukul 02.30 WIB. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya komet ini mencapai titik tertingginya pukul 21.53 WIB dengan ketinggian 11,9 derajat. Saat mencapai titik terdekat, komet ini terlihat di arah utara dengan ketinggian 7,4 derajat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Untuk wilayah Indonesia Timur, komet akan terbenam saat mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Aturan mengambil komet umumnya sama dengan mengamati objek langit malam lainnya. Temukan langit tergelap dan bawa teleskop atau teropong untuk mendapatkan gambar yang lebih baik. Berikut adalah beberapa trik yang akan memudahkan menemukan komet.

Biarkan matamu beradaptasi dengan kegelapan. Luangkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan (memerlukan setidaknya 15 menit). Ini akan meningkatkan kepekaan penglihatan dan membuatnya lebih mudah untuk melihat komet yang redup. Untuk menjaga efeknya, hindari melihat cahaya terang, termasuk layar ponsel. Jika kamu menggunakan Sky Tonight, kamu dapat beralih ke mode penglihatan malam merah. Ketuk panel di bagian paling bawah layar utama untuk membuka pengaturan cepat, lalu ketuk ikon dengan bulan sabit dan bintang.

Kamu juga bisa mengabadikan komet langka tersebut mengunakan kamera DSLR dengan kamera CCD yang terpasang terhubung dengan laptop karena kesempatan mengamati komet ini hanya sekali seumur hidup.