Lifestyle

Cara Kontrol Diri Agar Tak Berteriak pada Anak


Cara Kontrol Diri Agar Tak Berteriak pada Anak
Ilustrasi orangtua yang sedang memarahi anaknya (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Walaupun sudah jelas dari berbagai penelitian yang ada soal dampak buruk akibat sering berteriak kepada anak, tetap saja orangtua kerap kali sulit mengeremnya.

Dilansir AkuratParenting dari Huffpost, ada beberapa cara simpel yang bisa orangtua lakukan untuk menahan agar tidak berteriak pada anak.

Ketuk dahi

Yup, ketika merasakan dorongan untuk berteriak marah, ketuk dahimu. Itu terdengar seperti hal yang aneh tetapi patut dicoba.

"Kemarahan berasal dari sistem limbik, yang merupakan bagian kuno, bagian emosional dari otak," kata Dr. Joseph Shrand, seorang psikiater dari Riverside Community Care di Massachusetts, AS.

Bagian otak yang lebih berpikir dan rasional adalah korteks prefrontal yang membantu pengambilan keputusan dan bagaimana kita berperilaku secara sosial.

“Kebetulan bagian tersebut terletak tepat di belakang dahi Anda,” jelas Joseph.

Lakukan aktivitas peralihan

Carla Naumburg, penulis 'How To Stop Losing Your Shit With Your Kids' memilih alternatif ini sebagai pengganti berteriak.

Berhenti dan lakukan apa pun yang lain. Misalnya ambil napas, tetap diam, melompat-lompat, atau letakkan tangan rata di atas meja untuk mencoba dan merasa membumi.

"Saya pernah berkeok-keok seperti ayam. Karena membantu mengeluarkan energi dan karena sangat konyol sehingga membuat kita semua tersentak," ujar Carla.

Pilihan lainnya, jika kamu merasa harus berteriak, paling tidak jaga jangan sampai mengatakan hal-hal buruk yang menyakitkan.

"Kamu bisa berteriak tanpa mengatakan sesuatu yang buruk," kata Jennifer Kolari, seorang terapis anak dan keluarga serta penulis 'Connected Parenting: Cara Meningkatkan Anak yang Hebat'.

Gunakan “suara guru” versi sendiri

Tidak berteriak bukan berarti membiarkan anak-anak lolos dari perilaku yang tidak kamu setujui. Kamu dapat dan harus benar-benar berbicara tentang perilakunya, tetapi dengan tenang dan tegas.

Jennifer sering menyamakannya dengan kejadian di pesawat saat turbulensi. Jika pilot berjalan berkeliling untuk bertanya apakah semua orang mengenakan sabuk pengaman dengan suara yang sangat manis dan lembut, kamu mungkin bingung tentang apa yang sedang terjadi dan apa yang pilot ini harapkan dari kamu.

Sebaliknya, ketika pilot berteriak, Anda mungkin akan panik. Jika pilot berbicara dengan tenang tetapi tegas dan menjelaskan kamu perlu mengenakan sabuk pengaman sekarang, maka kamu akan melakukannya.[]