Rahmah

Cara Islami Agar Imun Tetap Terjaga dan Terhindar dari Segala Macam Penyakit

Islah memberi panduan spiritual agar imun kuat


Cara Islami Agar Imun Tetap Terjaga dan Terhindar dari Segala Macam Penyakit
Ilustrasi menjaga imun di masa wabah

AKURAT.CO  Pada masa-masa pandemi, kesehatan adalah hal utama yang harus dimiliki oleh setiap orang. Kesehatan adalah harga mati yang harus dimiliki siapapun pada masa sulit seperti sekarang.

Islam sebagai agama yang komprehensif, tidak hanya mengajarkan persoalan syariat, tetapi juga penjagaan kesehatan. Melalui beberapa referensinya, Islam memberi cara agar imun kita tetap terjaga selama pandemi berlangsung.

1. Perbanyak Berzikir Agar Timbul Ketenangan Batin

Al-Quran mengingatkan pentingnya berdzikir kepada Allah sebab senantiasa mengingat Allah akan menghasilkan ketenangan batin yang kokoh sebagaiamana firman Allah berikut ini:

   أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ   

   

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang." (QS Ar-Ra’d: 28).

Ketika batin seseorang tenang, maka insya Allah imun pun akan terjaga dengan baik. Salah satu agar batin tenang adalah selalu berfikir positif atas apapun yang sedang dialami oleh seseorang.

Hal ini sebagaimana juga ditegaskan dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut: 

  يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »   

Artinya, “Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.’” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber: NU Online