Lifestyle

Jangan Buru-buru ke Dokter, Bunda Bisa Mengatasi Sendiri Biang Keringat Bayi di Rumah

Biang keringat juga mudah diatasi. Berikut ini, beberapa cara lain menngatasi biang keringat yang bisa Ayah dan Bunda lakukan di rumah


Jangan Buru-buru ke Dokter, Bunda Bisa Mengatasi Sendiri Biang Keringat Bayi di Rumah
Ilustrasi bayi (BOLDSKY.COM)

AKURAT.CO, Biang keringat atau miliaria terjadi karena penyumbatan pada pori kulit, sehingga keringat tidak dapat keluar. Pada bayi, biang keringat disebabkan oleh pori-pori kulitnya yang masih kecil dan kelenjar keringatnya yang belum terbentuk sempurna.

Biang keringat pada bayi dapat menimbulkan ruam merah yang biasanya terlihat pada lipatan kulit dan area kulit yang tertutup pakaian seperti leher, perut, dada, atau bokong. Ruam juga dapat muncul di kepala bayi, terutama bila bayi sering memakai topi.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, biang keringat sangat jarang menimbulkan komplikasi pada bayi. Namun, pada beberapa kasus yang parah, bisa memicu infeksi bakteri yang membuat kulitnya terasa gatal parah dan meradang, sehingga bayi menjadi tak nyaman dan mudah rewel.

Penyebab utama biang keringat tentu saja suhu udara yang panas serta lingkungan yang lembap. Hal ini diperparah dengan tidak adanya sirkulasi udara. Biang keringat juga bisa muncul akibat Si Kecil demam atau terlalu aktif bergerak.

Namun, biang keringat juga mudah diatasi. Berikut ini, beberapa cara lain mengatasi biang keringat yang bisa Ayah dan Bunda lakukan di rumah, yang dikutip Akurat.co dari berbagai sumber.

Jaga ruangan tetap sejuk dan kering

Biang keringat menyukai tempat lembap. Tidak heran bila bintik kemerahan ini timbul di area leher atau lipatan tubuh yang sering berkeringat. Kondisi tersebut membuat Ayah dan Bunda harus membuat tubuh si kecil tidak terlalu lembap dan berkeringat.

Cara yang bisa dilakukan adalah menjaga keadaan rumah tetap sejuk dan kering dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan, agar mencegah biang keringat pada bayi. Selalu periksa keadaan tubuh dan kehangatan lingkungan bayi, menggunakan termometer.

Pilih pakaian yang tepat

Pilih pakaian yang sesuai ukuran, jangan terlalu ketat karena akan menganggu kulitnya. Sebab, memakaikan baju ketat pada bayi yang memiliki kulit biang keringat, akan mengakibatkan lecet pada kulitnya.

Mengusap ruam dengan air dingin

Bila bayi sudah memiliki tanda biang keringat seperti ruam merah, cara mencegah ruam tidak semakin parah adalah dengan mengusap ruam kulitnya memakai air dingin.

Basahi ruam bayi dengan lembut, dengan handuk kecil bersih yang sebelumnya direndam ke dalam air dingin. Hal ini dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi yang disebabkan oleh biang keringat. Kemudian, pastikan kulit bayi kering kembali, sesudah dibasahi air dingin.

Membersihkan area lipatan kulit

Bila biang keringat timbul di area lipatan tubuh lembap dan terlalu banyak keringat, Ayah dan Bunda perlu membersihkan lebih rutin area lipatan kulit, sebagai cara mencegah biang keringat pada bayi. Lipatan kulit dibersihkan untuk memastikan keringat dan minyak yang terjebak tidak memicu ruam bertambah parah.

Hindari pemakaian beberapa produk perawatan bayi

Bila bayi Ayah dan Bunda memiliki kecenderungan biang keringat atau kulit sensitif, cara mencegah agar tidak terjadi adalah hindari pemakaian beberapa produk perawatan bayi. Sebagai contoh, bedak bayi, losion atau minyak telon yang bisa menyumbat pori-pori dan menghambat proses penyembuhan.

Kurangi sentuhan kulit ke kulit dengan bayi

Saat biang keringat mulai muncul, sentuhan dari kulit ke kulit antara orangtua dengan Si Kecil lebih baik dikurangi. Selain tambahan panas dari suhu di sekitar, kulit si Bayi akan semakin panas jika bersentuhan langsung dengan kulit Ayah dan Bunda.

Jaga kebersihan kuku bayi

Saat biang keringat, biasanya jari Si Kecil juga akan mulai rajin menggaruki kulitnya yang gatal. Ayah dan Bunda perlu pula menjaga kebersihan kuku Si Kecil dengan cara memotong kukunya saat mulai panjang.

Dengan demikian, kulit bayi akan terjaga dan lebih cepat pulih. Saat tak berada dalam pengawasan orangtua secara langsung, sarung tangan katun juga berguna untuk menjaga agar Si Kecil tak melukai kulitnya dengan kukunya sendiri.

Bila sudah melakukan perawatan di rumah tapi biang keringat masih belum reda atau malah tambah parah, segera konsultasikan ke dokter, agar bisa mencegah biang keringat pada bayi menjadi lebih parah.

Ayah dan Bunda bisa berkonsultasi ketika biang keringat sudah tidak hilang dalam waktu lima hari. Ditambah kondisi kulit bayi semakin parah, misalnya area kulit bernanah atau pecah-pecah dan suhu tubuh diatas 38 derajat Celsius.

Berikut ini beberapa tanda yang mengharuskan bayi dibawa ke dokter untuk konsultasi lebih lanjut:

  • Muncul ruam disertai demam, dengan suhu diatas 38 derajat Celsius.
  • Kulit melepuh kecil berisi nanah, bukan air.
  • Ruam menyebar.
  • Bila disentuh terasa hangat dan membengkak.
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, dan leher.

Selain resep, dokter akan menyarankan perawatan di rumah yang akan dikombinasikan dengan yang sudah diresepkan. Ini salah satu cara mencegah biang keringat pada bayi menyebar lebih parah.[]