Rahmah

Cara Bijak Menyikapi Ayat-Ayat Peperangan Agar Tidak Terjebak Pada Radikalisme

Cara Bijak Menyikapi Ayat-Ayat Peperangan Agar Tidak Terjebak Pada Radikalisme
Membaca Alquran termasuk amalan yang bisa membersihkan jiwa (freepik.com/freepik)

AKURAT.CO Mengutip Mu'jam Al-Mufahrasy, ayat-ayat Al-Qur'an yang masuk dalam kategori ayat-ayat jihad berjumlah 41 ayat. Sedangkan ayat-ayat qital (perang) berjumlah 12 ayat. Cukup banyak sekali ayat-ayat yang mengarah pada tindakan peperangan ini.

Meskipun demikian, para ulama tafsir Al-Qur'an tidak memaknai semua ayat-ayat jihad dan perang sebagai perintah perang secara mutlak. Ada banyak batasan-batasan untuk memaknainya sebagai ayat-ayat perang, yang wajib diperhatikan. Sebelum mengetahui ketentuan yang bijak dalam memaknai ayat-ayat perang, kita perlu melihat dahulu beberapa contoh ayat-ayat tersebut.

Satu di antaranya, kita bisa melihat firman Allah yang diungkap di dalam al-Qur'an:

baca juga:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ  (البقرة : 190)

Artinya: "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Baqoroh [2]:190).

Ayat lain yang mengindikasikan untuk melakukan perang adalah:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ... (البقرة : 191)

Artinya: "Dan Bunuhlah mereka (orang-orang kafir) di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka yang telah mengusir kamu (Mekah)..." (QS. Al-Baqoroh [2]: 191).

Pun dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ  (البقرة : 191)

Artinya: "Dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[11] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir." (Al-Baqoroh [2]: 191).

Para ulama memberikan ketentuan-ketentuan bijak di dalam memahami ayat-ayat perang, agar jangan sampai terjebak pada tindakan ekstrimisme dan terorisme. Yusuf Qardhawi merincikannya dalam buku "Islam Jalan Tengah". Yaitu sebagai berikut:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu