Rahmah

Cara Bijak Ala Nabi Menyikapi Pandemi Covid-19 yang Semakin Ganas 

Islam memberi panduan dalam hadapi wabah


Cara Bijak Ala Nabi Menyikapi Pandemi Covid-19 yang Semakin Ganas 
Ilustrasi wabah (Alamy Stock Photo via theguardian.com)

AKURAT.CO  Pandemi Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Pasca libur idul fitri, kasus positif Covid-19 terus mengalami kenaikan drastis, bahkan lonjakannya semakin tinggi. Pemerintah pun semakin ketat dalam membuat aturan dan kebijakan.

Islam sebagai agama yang komprehensif juga memberi panduan spiritual bagi umatnya dalam menghadapi wabah pandemi yang merupakan musibah ini. Panduan ini diisyaratkan di dalam hadits-hadits Nabi.

Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi disebutkan sebuah hadits:

عن عائِشَةَ قالتْ قالَ رسولُ الله ﷺ لا يُصِيبُ المُؤمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إلاّ رَفَعَهُ الله بِهَا دَرَجَةً وَحَطّ عَنْهُ بها خَطِيئَةً

Artinya: "Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan.” (HR Tirmidzi).

Cara bijak pertama dalam menghadapi wabah pandemi, jika mengambil inspirasi hadits di atas, adalah dengan meyakinkan diri sendiri bahwa musibah akan menjadikan kita beruntung, yaitu akan diangkatnya derajat dan dosa-dosa kita, jika kita mau bersabar. Sehingga, dalam menghadapi wabah ini, jangan sampai kita pesimis, dan tidak memiliki keimanan yang kuat. 

Dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhâri disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR Bukhari)

Percaya bahwa hikmah di balik musibah ini adalah sangat banyak. Salah satu yang Allah janjikan adalah akan dihapusnya dosa-dosa kita jika bisa menghadapinya dengan sabar dan bijak. Tidak menghadapinya dengan gegabah dan penuh kekhawatiran yang berlebihan.

Semoga panduan Islam dalam menghadapi wabah di atas menjadikan kita terus sadar bahwa musibah pandemi ini adalah musibah yang akan memberikan banyak pelajaran. Pelajaran baik bagi masa kini, masa yang akan datang, dan kelak ketika berada di akhirat. Wallahu A'lam.[]