Rahmah

Cara Bersyukur Atas Rezeki yang Terbatas

Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya


Cara Bersyukur Atas Rezeki yang Terbatas
Ilustrasi seseorang yang sedang bersyukur (pinterest.com)

AKURAT.CO Setiap makhluk hidup yang ada di bumi selalu diberikan kenikmatan oleh Allah SWT. Apapun jenis makhluk hidup tersebut, ia pasti diberikan kenikmatan rezeki, meski dalam kadar yang satu sama lain tidak sama.

Bukti bahwa Allah selalu memberikan rezeki kepada makhluk hidup, termasuk manusia, adalah ayat Al-Qur'an berikut ini:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لَا تُحْصُوها، إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ. (النحل: 18) 

Artinya: “Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat an-Nahl ayat 18).

Ulama Tafsir seperti Imam At-Thabari menyebut, kenikmatan dari Allah tak bisa dihitung karena segala yang ada pada diri makhluk hidup semuanya merupakan bentuk nikmat. Tidak ada yang tidak manfaat apa yang Allah ciptakan pada dirinya.

Syekh Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith halaman 2509, mengatakan:

 وَمَا دَامَ الْأَمْرُ كَذَلِكَ، فَاشْكُرُوْهُ عَلَيْهَا مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَأَخْلِصُوْا لَهُ الْعِبَادَةَ وَالطَّاعَةَ   

Artinya: “Selama keadaan seperti itu (tidak mampu menghitung semua nikmat), maka syukurilah nikmat (yang diterima) semampunya, serta ikhlaskan ibadah dan ketaatan kepada-Nya.”

Sehingga selayaknya, makhluk hidup di muka bumi ini, termasuk manusia, tidak boleh merasa pesimis bahwa Allah tidak memberi nikmat. Dia selalu memberikan karunia nikmat, yang tak bisa dihitung jumlahnya.

Nikmat yang dimaksudkan pada ayat di atas bukan hanya nikmat materi, tetapi yang lebih besar dari itu adalah nikmat iman, Islam dan nikmat kesehatan.

Syekh Nawawi menjelaskan cara kita bersyukur atas apapun nikmat yang Allah beri kepada kita, dengan pernyataan berikut: