Tech

Cara Amankan Anak dari Kejahatan Siber ketika Online


Cara Amankan Anak dari Kejahatan Siber ketika Online
Ilustrasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Di era digital, layanan internet marak digunakan sebagai sarana hiburan hingga edukasi untuk anak. Sayangnya, kemudahan akses tersebut terlihat sebagai peluang bagi penjahat siber untuk melancarkan aksinya. 

Vice President Information Security Fortinet Renee Tarun, mengatakan anak-anak menjadi target sasaran baru kejahatan siber. Sehingga diperlukan upaya tertentu untuk mencegah anak menjadi sasaran.

Berikut beberapa tips menjaga keamanan anak di dunia maya yang didapat dari penyelenggaraan National Cyber Security Awareness Month. 

1. Penting anak mengenal perangkat dan aplikasi yang dipakai

Penting bagi orang tua untuk membuat mereka menhenal dan memahami perangkat dan aplikasi yang digunakan. Diharapkan anak-anak bisa mengetahui keberadaan sesuatu yang mencurigakan.

"Banyak sekali aspek kehidupan anak, termasuk sekolah hingga berkomunikasi dengan teman-temannya bergantung pada perangkat yang terhubung ke internet," ujar Tarun dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (15/1/2020).

2. Jelaskan mengenai pentingnya privasi online

Buatlah anak-anak paham kalau profil digital dan informasi keluarga harus dijaga sebaik mungkin. Pasalnya banyak kegiatan online yang meminta data pribadi, termasuk ketika mendaftar sebuah aplikasi.

"Anak-anak harus tahu apa dan kapan informasi tersebut bisa diberikan," ungkapnya.

3. Buatlah pedoman ketika beraktivitas secara online

Para orang tua tidak dapat mengontrol apa yang dilakukan anak secara online selama 24 jam. Untuk menyiasati hal itu, perlu dibuat semacam aturan yang wajib diikuti anak ketika berinternet.

"Seperti membuat daftar situs website yang harus mereka hindari, bisa mereka akses, hingga ciri-ciri kejahatan siber yang harus hindari," kata Turan.

4. Terapkan sistem keamanan tambahan

Tidak ada jaminan 100 persen bahwa anak yang berselancar di internet aman dari tindak kejahatan siber. Sehingga untuk meminimalisirnya diperlukan sistem keamanan tambahan.

"Anda perlu juga mempelajari fitur keamanan yang terdapat di setiap situs serta aplikasi yang diakses oleh anak, dan menerapkan lapisan keamanan tambahan ke perangkat mereka," ungkapnya.

5. Monitor Kegiatan

Menjadi suatu yang penting untuk mengetahui dan melihat tanda-tanda potensi serangan siber di perangkat. Untuk itu, letakan perangkat seperti komputer atau gawai ditempat yang mudah untuk dipantau. 

"Atau temani mereka ketika sedang online dengan perangkat lainnya (jika memiliki waktu luang)," pungkasnya.