Rahmah

Capek Hadapi Pandemi yang Tak Kunjung Usai? Ini Renungan Islam Hadapi Musibah

Islam melarang umatnya mengeluh saat hadapi musibah


Capek Hadapi Pandemi yang Tak Kunjung Usai? Ini Renungan Islam Hadapi Musibah
Ilustrasi (pixabay.com)

AKURAT.CO  Pandemi Covid-19 sudah melanda masyarakat Indonesia hampir selama satu tahun setengah. Banyak masyarakat yang mengeluh, kecewa, dan frustasi dengan kelondisi pandemi yang secara kultural bertolakbelakang dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar berkumpul, bersilaturahmi, dan adanya kesalingan dam banyak hal.

Namun demikian, dalam Islam kita diajarkan, ketika menyikapi musibah, tak terkecuali virus Corona, kita harus ridho dengan ketentuan Allah. Sebab pada dasarnya, ketika Allah memberi musibah pada suatu kaum, berarti Allah sedang mencintai dan menyayangi hamba-hamba-Nya. 

Disebutkan di dalam kitab Sunan Ibn Majjah, juz 2, sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ   

Artinya: “Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, ketika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan mengujinya. Siapa yang ridha, ia akan mendapatkan ridha Allah subhanahu wata’ala. Siapa yang membencinya, ia akan mendapatkan kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.”  

Agar tidak lelah untuk menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, kita harus selalu sadar bahwa musibah yang Allah berikan kepada kita adalah untuk menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan. Sebuah hadits riwayat Imam Bukhari menyebutkan;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR Bukhari).

Selain itu, dalam kitab Sunan at-Tirmidzi disebutkan sebuah hadits yang menjelaskan tentang derajat orang-orang yang bersabar dalam menghadapi musibah, ia akan diganjar dengan derajat yang tinggi. Nabi Muhammad Saw bersabda:

عن عائِشَةَ قالتْ قالَ رسولُ الله ﷺ لا يُصِيبُ المُؤمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إلاّ رَفَعَهُ الله بِهَا دَرَجَةً وَحَطّ عَنْهُ بها خَطِيئَةً

Artinya: "Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan.” (HR Tirmidzi).

Semoga dengan membaca artikel ini Anda semakin sadar bahwa musibah yang Allah berikan tidak lain adalah untuk menghapus kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan. Dan, semoga Anda terus taat pada protokol kesehatan, serta tidak bosan menjalankannya setiap saat. Amin.[]