News

Capaian Rendah, Kadinkes Dorong Percepatan Vaksinasi di Kalbar

Dinkes Kalbar mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi lansia dan penyandang disabilitas


Capaian Rendah, Kadinkes Dorong Percepatan Vaksinasi di Kalbar
Warga lansia saat mengikuti vaksinasi tahap kedua di RPTA Gajah Tunggal, kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/4/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi lansia dan penyandang disabilitas mengingat masih banyak daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.

"Sampai saat ini masih ada beberapa daerah yang capaian vaksinasinya rendah. Untuk itu kita berharap agar ini bisa dipercepat agar capaiannya bisa tercapai," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, Sabtu (05/06/2021).

Lanjutnya, bagi masyarakat Lansia dan penyandang disabilitas bisa melakukan vaksinasi dilayani di seluruh fasilitas kesehatan dan sentra vaksinasi yang ada di daerahnya tanpa memandang alamat domisili sesuai KTP.

Untuk mempercepat capaian vaksinasi lansia dan penyandang disabilitas tersebut, Dinkes kabupaten/kota dapat bekerjasama dengan komunitas, organisasi lokal dan pihak swasta untuk melakukan mobilisasi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas, mencakup pada proses pendaftaran dan penyediaan transportasi bagi mereka yang akan di vaksin.

"Pemberian vaksinasi kepada masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas dilakukan dengan mekanisme, satu relawan dapat membawa dua orang yang akan di vaksin. Ini bisa dilayani," tuturnya.

Ada pun capaian vaksinasi bagi lansia di setiap daerah sampai dengan 3 Juni 2021 antara lain, Kota Pontianak sasaran vaksin lansia sebanyak 50.069 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 11.566 orang dan tahap 2 sebanyak 10.418 orang.

Kabupaten Kubu Raya sasaran vaksin lansia sebanyak 43.659 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 291 orang dan tahap 2 sebanyak 172 orang.

Kabupaten Mempawah sasaran vaksin lansia sebanyak 25.459 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 340 orang dan tahap 2 sebanyak 248 orang.

Kota Singkawang sasaran vaksin lansia sebanyak 19.935 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 1.769 orang dan tahap 2 sebanyak 1.366 orang.

Kabupaten Sambas sasaran vaksin lansia sebanyak 48.690 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 1.381 orang dan tahap 2 sebanyak 705 orang.

Kabupaten Bengkayang sasaran vaksin lansia sebanyak 18.619 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 916 orang dan tahap 2 sebanyak 582 orang.

Kabupaten Landak sasaran vaksin lansia sebanyak 32.312 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 764 orang dan tahap 2 sebanyak 583 orang.

Kabupaten Sanggau sasaran vaksin lansia sebanyak 34.312 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 695 orang dan tahap 2 sebanyak 395472 orang.

Kabupaten Sekadau sasaran vaksin lansia sebanyak 16.014 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 51 orang dan tahap 2 sebanyak 44 orang.

Kabupaten Sintang sasaran vaksin lansia sebanyak 36.789 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 1,010 orang dan tahap 2 sebanyak 709 orang.

Kabupaten Kapuas Hulu sasaran vaksin lansia sebanyak 22.161 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 193 orang dan tahap 2 sebanyak 160 orang.Kabupaten Melawi sasaran vaksin lansia sebanyak 15.743 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 112 orang dan tahap 2 sebanyak 101 orang.

Kabupaten Ketapang sasaran vaksin lansia sebanyak 31.507 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 930 orang dan tahap 2 sebanyak 748 orang.

Kabupaten Kayong Utara sasaran vaksin lansia sebanyak 12.397 orang dan yang sudah di vaksin pada tahap 1 sebanyak 42 orang dan tahap 2 sebanyak 29 orang.

Dikatakannya lansia adalah kelompok yang paling berisiko setelah nakes terhadap kemungkinan tertular virus corona. Terlebih, Lansia adalah kelompok umur yang paling berisiko terhadap kematian bila terpapar COVID-19, apa lagi bila mereka mempunyai komorbid (penyakit bawaan).[]

Sumber: ANTARA