News

Capaian Anies Baswedan Cs Cegah Penularan Covid-19 Patut Diberi Jempol, Ini Buktinya

Penanganan pandemi Covid-19 di DKI Jakarta patut diapresiasi karena berhasil menekan laju penularan virus selama ledakan gelombang ke dua.


Capaian Anies Baswedan Cs Cegah Penularan Covid-19 Patut Diberi Jempol, Ini Buktinya
Tenaga kesehatan saat menunjukan bunga sebelum melaksanakan tes Swab Antigen COVID-19 gratis di Sekret PFI Pusat, Jalan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penanganan pandemi Covid-19 di DKI Jakarta patut diapresiasi karena berhasil menekan laju penularan virus selama ledakan gelombang ke dua sejak Mei hingga Juni 2021.

Kebijakan-kebijakan Anies Baswedan bersama jajarannya tidak hanya mampu menekan angka penularan virus corona, tapi juga tingkat kesembuhan terus melejit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dipublikasikan lewat akun Instagram @dkijakarta pada Senin (2/8/2021) mencatat 1.410 kasus baru. Jumlah ini paling sedikit terhitung sejak ledakan gelombang kedua, di mana kasus harian pernah sampai pada puncak tertinggi yakni 14.000 kasus sehari.

Dengan adanya penambahan kasus hari ini maka total kasus aktif di Ibu Kota sebanyak 14.974 orang. Jumlah ini menurun drastis, sebab Jakarta sempat punya 113.000 kasus aktif pada 16 Juli.

Meski begitu, tingkat kematian pasien Covid-19 masih terjadi. Hari ini tercatat sebanyak 145 orang meninggal. Dengan demikian, akumulasi kasus kematian sejak Maret 2020 hingga kini mencapai 12.363 orang.

Adapun jumlah kasus corona di Jakarta terhitung dari periode yang sama sudah mencapai 818.764.  Dari total kasus ini maka persentase secara keseluruhan tingkat kematian di DKI sebesar 1.5 persen lebih rendah dari tingkat nasional dengan presentasi 2,8 persen. 

Sementara tingkat kesembuhan di DKI 96,7 persen, jauh lebih tinggi dari tingkat nasional 82,1 persen.

Fakta-fakta Turunnya Kasus Corona di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan sejumlah fakta terkait melorotnya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Indikator pertama, jumlah kasus aktif sudah bukan lagi 113.000 kasus seperti pada puncak ledakan gelombang kedua 16 Juni 2021.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari 2021 yang lalu,"  kata Anies seperti dilihat redaksi dalam video di Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Indikator lainnya, penurunan tren pemakaman menggunakan protap Covid-19. Pada puncak ledakan gelombang ke dua, kata Anies, jumlah pemulasaran jenazah menggunakan tata cara yang tak lazim ini bisa 400 jenazah dalam sehari. Namun kini turun menjadi setengahnya.

"Bukan hanya kasus aktif tapi tren pemakaman dengan protokol Covid-19 juga menurun. Saat ini sekitar 150, sekali sampai 200 pemakaman protap covid per hari. Ini turun, sebelumnya bisa mencapai 350 sampai 400 (jenazah), sekitar dua minggu lalu," bebernya.

Di sisi lain, jumlah kematian pasien Covid yang tengah isolasi mandiri (isoman) juga berkurang. Anies mengatakan saat ini kurang dari 5 kasus dalam sehari, sementara sebelumnya pernah 75 kasus.

Indikator terakhir, keterisian tempat tidur dan IGD di rumah sakit rujukan pasien Covid. Keduanya sama-sama mengalami tren penurunan.

"Begitu juga dengan tren keterisian rumah sakit, turun menjadi sekitar 70 persen lalu antrian IGD juga sudah terurai.  Positivity rate juga turun, saat ini kita berada di kisaran 15 persen sementara di saat puncak-puncak dulu kita pernah mencapai angka 45 persen," tukas Anies Baswedan.[]