News

Canggih! Vaksin mRNA Covid-19 Akan Dijual dalam Bentuk NFT, Seperti Apa Wujudnya?

NFT juga menampilkan video cara kerja vaksin Covid-19 berbasis mRNA, termasuk bagaimana vaksin mRNA memasuki sel tubuh dan merangsang respons imun.

Canggih! Vaksin mRNA Covid-19 Akan Dijual dalam Bentuk NFT, Seperti Apa Wujudnya?
Drew Weissman dan Katalin Kariko berada di laboratorium Universitas Pennsylvania. (Penn Medicine via Arab News)

AKURAT.CO Universitas Pennsylvania akan merilis aset digital non-fungible token (NFT) berupa penelitian mRNA penting yang dapat mengarah pada vaksin Covid-19 yang mengubah hidup.

Dilansir dari Arab News, Drew Weissman, seorang dokter sekaligus ahli imunologi yang dikenal berkat kontribusinya yang luar biasa pada biologi RNA, dan ahli biokimia RNA Katalin Kariko mengembangkan tekonomi RNA yang dimodifikasi menjadi komponen dasar vaksin mRNA BioNTech-Pfizer dan Moderna untuk Covid-19. Sekarang, 18 bulan kemudian, NFT mRNA dari Universitas Pennsylvania dengan nama 'Vaksin untuk Era Baru' akan dirilis pada 16 Juli, menurut rilis pers Christie's.

Aset digital ini mencakup model 3D dari teknologi penting yang memungkinkan vaksin mRNA serta penelitian yang berfokus pada penemuan dan pengembangan terapi mRNA untuk beberapa penyakit paling mematikan di dunia. NFT ini juga menampilkan video bergerak yang menunjukkan cara kerja vaksin Covid-19 berbasis mRNA, termasuk bagaimana vaksin mRNA memasuki sel tubuh dan merangsang respons imun.

baca juga:

Seni digital animasi itu menunjukkan pengkodean mRNA dari protein paku SARS-CoV-2 yang dienkapsulasi di dalam nanopartikel lipid dan diberikan sebagai vaksin, sehingga memberikan perlindungan dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. NFT itu juga menyertakan penjelasan, salinan gambar dari dokumen paten mRNA milik Universitas Pennsylvania, dan surat asli dari Weissman. Hasil dari penjualan NFT akan digunakan untuk penelitian penting lebih lanjut di Universitas Pennsylvania.

Sementara banyak perhatian terfokus pada seberapa cepat vaksin Covid-19 dikembangkan sebagai respons terhadap pandemi, Weissman mengatakan bahwa itu dihasilkan dari penelitian dan dedikasi yang berharga olehnya dan banyak ilmuwan lain di seluruh dunia.

"Saya tertawa karena ini adalah kesuksesan 25 tahun dalam semalam," kata Weissman.

Awalnya, dia dan Kariko kesulitan mendapatkan dana untuk penelitian kritis mereka.

"Butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk membuat orang mengenali potensi teknologi mRNA yang dimodifikasi untuk pengembangan terapi dan vaksin. Tapi Katie dan saya tidak hanya duduk berharap di sebuah ruangan. Kami tidak pernah menyerah. Data tersebut terlihat sangat menjanjikan. Kami terus maju karena yakin suatu hari nanti akan berhasil dan menjadi teknologi yang berguna dalam menciptakan terapi baru," sambungnya.

Kariko dan Weissman bersama-sama menemukan cara memodifikasi mRNA untuk mengurangi secara drastis aktivitas inflamasi bawaannya. Laboratorium Weissman kemudian mengembangkan teknik pengiriman untuk mengemas mRNA dalam tetesan lemak yang dikenal sebagai nanopartikel lipid. Kemajuan ini berkontribusi pada mRNA menjadi lebih aman, lebih efektif, dan lebih praktis untuk digunakan dalam vaksin.

Ketika urutan DNA untuk virus corona dirilis pada 10 Januari 2020, pengembang vaksin langsung mulai menggunakan teknologi mRNA yang dimodifikasi dari Weissman dan Kariko.

"Ketika kami melihat bahwa itu adalah virus corona, kami tahu itu adalah protein paku yang akan ditargetkan dalam vaksin," tambah Weissman.

Vaksin mRNA modifikasi pertama untuk Covid-19 dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer. Pada awalnya, itu ditemukan untuk mencegah penyakit parah dan kematian dengan kemanjuran luar biasa, sehingga akhirnya menjadi tonggak penting.

"Sebagai seorang dokter, tujuan karier saya selalu berkontribusi pada pengembangan teknologi dan produk yang membantu orang. Jadi, luar biasa rasanya melihat hasil yang sangat positif dari uji coba manusia Tahap 3 untuk vaksin mRNA yang dimodifikasi terhadap SARS-CoV-2," ujar Weissman.

Ia pun memandang seni sebagai sesuatu yang sangat penting dalam mengomunikasikan ide-ide ilmiah kepada publik.

"Inilah cara untuk memperkenalkan sains kepada orang-orang, cara kerjanya, mengapa sains begitu menarik, dan potensinya di masa depan. Vaksin Covid-19 hanyalah salah satu dari banyak produk masa depan potensial yang dapat mengambil manfaat dari teknologi mRNA yang dimodifikasi yang dikembangkan di Pennsylvania," ujarnya.

Weissman dan rekan-rekannya sedang mengembangkan berbagai vaksin dan terapi potensial di masa depan, seperti vaksin pan-coronavirus untuk mencegah pandemi di masa depan, vaksin flu universal, serta vaksin untuk mencegah herpes dan malaria. Ia juga menyoroti kemungkinan menggunakan mRNA dalam vaksin untuk mencegah alergi fatal dan terapi gen untuk mengobati anemia sel sabit.

Penjualan NFT mRNA Universitas Pennsylvania 'Vaksin untuk Era Baru' akan berlangsung secara eksklusif di dunia maya mulai 15-25 Juli.[]