Olahraga

Canelo Cari Kemenangan Mutlak agar"Sahamnya" tak Anjlok

Canelo Cari Kemenangan Mutlak agar
Gennady Golovkin harus menghadapi sejumlah tawaran penantang lain setelah Saul Alavarez mundur dari pertarungan pada 5 Mei mendatang. ( REUTERS/Steve Marcus)

AKURAT.CO, Empat tahun berlalu sejak pertarungan terakhirnya melawan Gennady "GGG" Golovkin, Saul "Canelo" Alvarez jelas tidak lagi sama. Jika pada dua pertarungan pertama petarung asal Meksiko itu datang sebagai underdog, kali ini Alvarez akan membawa status favorit.

Pandangan ini disampaikan oleh eks juara dunia kelas welter-ringan WBC dan WBO, Tim Bradley, menjelang pertarungan ketiga Canelo versus GGG, 17 September mendatang. Bradley menjagokan Alvarez karena menurutnya Golovkin akan kewalahan menghadapi lawan yang jauh lebih muda.

"Canelo bakal mematahkan pertahanan GGG," kata Bradley sebagaimana dipetik dari Boxing Scene. "Canelo datang dengan keadaan lapar, Bro."

baca juga:

Sejauh ini, Alvarez selangkah di depan Golovkin karena ia mengalahkan lawan asal Kazakhstan tersebut di laga kedua pada 2018 dengan kemenangan angka. Laga pertama setahun sebelumnya berakhir imbang dan menjadikan rivalitas Alvarez-Golovkin sebagai salah satu rivalitas paling panas di tinju elite dunia.

Selepas laga kedua, Alvarez telah menempuh delapan pertarungan dengan tujuh kemenangan beruntun. Satu-satunya kekalahan dalam delapan laga tersebut terjadi di pertarungan terakhir di mana Alvarez naik ke kelas berat-ringan menghadapi lawan asal Rusia, Dmitry Bivol, 7 Mei lalu.

Adapun Golovkin, 40 tahun, menyapu bersih empat laga pasca kekalahan atas Alvarez dengan kemenangan. Golovkin bahkan kembali menjadi juara dunia kelas menengah IBO, IBF, dan WBA (Super).

Tim Bradley justru menganggap beberapa pertarungan terakhir akan memotivasi Alvarez untuk menang. Pasalnya, petarung berusia 32 tahun tersebut tidak akan membiarkan dirinya mengalami dua kekalahan beruntun karena akan menurunkan "nilai jualnya" di bisnis tinju.

"Dia melatih pantatnya, dia tidak akan mau kalah lagi," kata Bradley. "Dua kekalahan beruntun? Sahamya jelas bakal anjlok."

Kesepakatan pertarungan Canelo-GGG jilid ketiga menunjukkan bahwa "pasar" masih belum selesai dengan persaingan kedua petarung. Benar bahwa Alvarez mengalahkan Golovkin di laga kedua namun jalannya pertarungan membuka perdebatan bahwa wakil Meksiko tidak menang secara mutlak.

Bradley menduga bahwa Alvarez akan bekerjakeras untuk mendapatkan kemenangan absolut di laga kali ini. Sebaliknya, Golovkin bersiap untuk membalas kekalahan dengan pertarungan panjang 12 ronde.

"Menurut saya dia (Golovkin) bakal bertahan jika dia bisa melewati empat ronde pertama. Dia bakal melewati empat ronde pertama. (Sementara) saya percaya Canelo akan datang dengan panas, cepat, dan bakal melepaskan beberapa kombinasi," kata Bradley.[]