News

Calon Pengganti Paus Fransiskus Terseret Tuduhan Pelecehan Seksual

Tuduhan yang menjerat Ouellet itu muncul dalam daftar yang dipublikasikan sebagai bagian gugatan class action baru terhadap keuskupan agung Quebec.

Calon Pengganti Paus Fransiskus Terseret Tuduhan Pelecehan Seksual
Kardinal Marc Ouellet bersama dengan Paus Fransiskus selama simposium tentang imamat di Vatikan, Februari 2022 ( Tiziana Fabi/AFP/Getty Images)

AKURAT.CO Tuduhan pelecehan seksual yang diajukan di Kanada, telah menyeret seorang kardinal Vatikan terkemuka. Kardinal tersebut, sementara diketahui, telah dianggap sebagai calon penerus Paus Fransiskus. Sebagaimana diwartakan CBC News, Marc Ouellet, mantan uskup agung provinsi Quebec, telah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh seorang wanita yang hanya dikenal sebagai 'F'.

Tuduhan yang menjerat Ouellet itu muncul dalam daftar yang dipublikasikan sebagai bagian gugatan class action baru terhadap keuskupan agung Quebec.

Kardinal Ouellet, yang menjadi uskup agung Quebec ketika Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi berlangsung, termasuk di antara sekitar 88 anggota klerus yang menghadapi tuduhan penyerangan seksual. Ini pertama kalinya nama Ouellet muncul dalam proses hukum.

baca juga:

Gugatan perdata tersebut mewakili lebih dari 100 korban yang diduga diserang secara seksual oleh para imam dan staf lain yang bekerja untuk keuskupan agung sejak 1940.

Menurut gugatan itu, sebagian besar serangan terjadi pada rentang waktu antara tahun 1950-an sampai 1960-an, dengan korban kebanyakan di bawah umur.

F pun menjadi salah satu dari ratusan korban tersebut. Dalam dokumen itu, F menjalani masa magang sebagai agen pastoral dari 2008 hingga 2010. Pada masa serangan terjadi, Quellet dituding telah melakukan pelecehan, termasuk perilaku mencium.

"Dia meraih saya dan kemudian ... tangannya di punggung saya. Kedua tangannya turun cukup rendah," ucap F, yang membagikan versinya tentang apa yang terjadi pada program investigasi Radio-Kanada Enquete Radio-Canada musim semi lalu.

"Itu cukup mengganggu. Katakanlah untuk seseorang yang merupakan atasan saya, yang adalah seorang uskup agung Quebec."

Selama pertemuan tersebut, kardinal itu diduga mengatakan kepada F bahwa ini adalah kedua kalinya mereka bertemu minggu itu. Menurut F, saat bertemu kembali itu, Quellet mungkin akan mencium pipinya lagi.