News

Calon Bintara Polri yang Lulus Mendadak Hilang, Hillary Mau Surati Presiden dan Kapolri

Rafael Malalangi dinyatakan lulus seleksi nasional tapi dalam surat pengumuman Polda dinyatakan tak lulus


Calon Bintara Polri yang Lulus Mendadak Hilang, Hillary Mau Surati Presiden dan Kapolri
Legislator termuda Hillary Brigitta Lamsut saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019) (AKURAT.CO/Khalishah Salsabilla)

AKURAT.CO, Penerimaan calon Bintara Polri tahun 2021 mendapat kritik tajam Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut. Pasalnya, calon Bintara Polri, Rafael Malalangi, yang awalnya dinyatakan lulus seleksi nasional tiba-tiba dinyatakan tak lulus.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Utara itu mengaku mendapat aduan dari kedua orangtua Rafael. Hillary menegaskan bakal menyurati Presiden Jokowi dan Kapolri untuk mempertanyakan nasib Rafael.

"Mengapa terjadi seperti ini. Apakah ini ada permainan orang dalam atau gimana? Yang pasti saya akan mempertayakan ini langsung melalui surat kepada Presiden dan Kapolri," kata Hillary dalam keterangannya yang diterima AKURAT.CO, Kamis (29/7/2021).

Hillary mempertanyakan proses dan prosedur pengumuman kelulusan. Bagaimana nama orang yang sudah dinyatakan lulus tergantikan dengan nama calon yang lain.

"Kok bisa ya, sudah diumumkan secara virtual dan lulus seleksi secara nasional, namun beberapa hari kemudian dinyatakan tidak lulus melalui surat. Ini ada apa?” ucap Hillary mempertanyakan.

Hillary membeberkan, Rafael mendaftar calon Bintara di Polres Minahasa Selatan (Minsel). Setelah mendengar lulus tes melalui pengumuman yang disiarkan live streaming dan disaksikan masyarakat Desa Pinapalangkow, orangtua Rafael mengadakan ibadah syukuran. Namun suasana suka cita buyar setelah beberapa hari kemudian muncul surat dari Polda Sulawesi Utara yang menyatakan Rafael tidak lulus.

Orangtua Rafael telah mempertanyakan keabsahan surat Polda kepada pihak berkompoten tetapi upaya yang dilakukan sia-sia. Sampai akhirnya, kata Hillary, mereka menyampaikan aspirasi kepada dirinya.

“Mengapa harus berubah? Dan ironisnya poisisi Rafael sudah tergantikan oleh nama orang lain. Mengapa ini harus terjadi di era keterbukaan informasi sekarang. Saya akan berusaha masalah ini tuntas tanpa ada yang dikecawakan,” tegas anggota DPR termuda ini.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast meminta keluhan terkait seleksi Bintara disampaikan ke panitia seleksi.