News

Caleg Golkar Diberi Racun Tikus Tiga Kali, Seorang Perempuan Jadi Tersangka


Caleg Golkar Diberi Racun Tikus Tiga Kali, Seorang Perempuan Jadi Tersangka
Ilustrasi (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Tim penyidik Satuan Reskrim Polres Wonogiri masih melakukan pemeriksaan tujuh saksi terkait kasus dugaan pembunuhan seorang caleg asal Sragen dengan tersangka NK (41), warga Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota.

Kasat Reskrim AKP Aditia Mulya Ramdhani mengatakan kasus dugaan pembunuhan dengan korban anggota caleg Golkar asal Sragen, Sugimin (52), kini sedang memasuki tahap pemeriksaan tujuh saksi.

"Kami masih melakukan pemeriksaan tujuh saksi. Dan, kami masih memerlukan banyak saksi untuk mendukung berkas perkara kasus pembunuhan korban Sugimin," kata Aditia.

baca juga:

Selain itu, dia juga menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Polda Jateng untuk mengetahui penyebab kematian korban, apakah sesuai dugaan meninggal karena racun tikus.

"Kami dari hasil keterangan para saksi kemudian akan melakukan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan itu," tuturnya.

Menyinggung soal kasus pembunuhan caleg Sragen apakah ada tersangka lain, Aditia mengatakan untuk sementara hanya NK. Sedangkan, M (66), ayah NK, yang memberikan keterangan palsu masih dalam pertimbangan.

Peristiwa kasus pembunuhan tersebut berawal korban Sugimin bertemu NK, warga Wonogiri Kota, pada Kamis (11/4). Korban diberi obat kapsul yang sudah di-mix dengan racun tikus di dalamnya. Korban Kemudian mengeluhkan sakit perut.

Korban kemudian dibawa tersangka ke rumah skait swasta di Wonogiri, dan dirawat selama tiga hari. Belum sembuh benar, minta di antar pulang ke Sragen pada Sabtu (13/3). Namun, tersangka mengajak korban pulang ke Wonogiri ganti mobil. Karena masih sakit, dikasih lagi obat beracun itu oleh tersangka.

Menurut Aditia antara tersangka dan korban mempunyai hubungan yang rumit. Namun, tersangka menolak untuk dipublikasikan karena menyangkut aib seseorang yang sudah meninggal.

Tersangka dan korban hubungannya sudah lama, dan masing-masing sudah mempunyai pasangan resmi. Tersangka tega melakukan pembunuhan motifnya karena sakit hati.

Korban diracun menggunakan racun tikus oleh tersangka sebanyak tiga kali. Racun tikus itu, dimasukkan ke dalam kapsul obat diare yang isinya sudah dibuang sebagian. Korban diracun sejak Kamis (11/4) setelah awalnya mengeluh sakit perut. Korban dua kali keluar masuk rumah sakit dengan di antar oleh tersangka.

"Tersangka kini ditahan dititipkan di Rutan Wonogiri. Polisi sudah menyiapkan pasal untuk menjerat tersangka yakni pasal Pasal 340 Jo 338 KUHP tentang pembunuhan berencana," ujarnya. []

Sumber: Antara