News

Caketum Orari Donny Ngaku Dapat Serangan Black Campaign

Caketum Orari Donny Imam Priambodo mengaku mendapat serangan black campaign jelang Musyawarah Nasional (Munas) pada 26-28 November.


Caketum Orari Donny Ngaku Dapat Serangan Black Campaign
Politisi NasDem, Donny Imam Priambodo (Istimewa)

AKURAT.CO, Calon Ketua Umum Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (Orari) Donny Imam Priambodo mengaku mendapat serangan black campaign jelang Musyawarah Nasional (Munas) pada 26-28 November.

Donny mengatakan bahwa tanda panggilannya YB0DX disebut sudah pernah dimiliki orang lain. Namun, Donny menganggap bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari proses politik.

"Buat apa ditanggapi? Itu mungkin kan serangan pendukung kandidat lainnya yang kuatir dengan banyaknya dukungan pada kita," ujarnya ketika dikonfirmasi, Sabtu (27/11/2021).

Donny kembali menegaskan enggan meladeni serangan yang dialamatkan kepadanya. Dia menyatakan tetap fokus menyebarkan hal-hal positif bagi organisasi.

"Orang gak jelas itu. Dia dipakai untuk menyerang saya. Lebih baik saya menyebarkan hal-hal positif untuk organisasi," katanya.

Sebelumnya, Donny juga sudah menjawab isu tersebut jauh hari sebelumnya. Melalui konten Youtube Yusuf Budiyanto, dirinya menyebut jika Ijin Amatir Radio (IAR) yang sudah lama nonaktif bisa diaktifkan kembali. 

"Bisa dilakukan ujian ulang dengan rekomendasi Orari Daerah (Orda). Lalu nanti harus mengikuti ujian ulang. Tapi tidak harus kembali ujian dari awal. Masak misalnya sudah SMA trus harus ujian lagi setingkat SD. Kan lucu," katanya.

Hal senada juga disampaikan Anton, ketua Orari Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, callsign yang sudah lama tidak digunakan memang bisa diaktifkan kembali dan dipakai orang lain. Bisa jadi si pemilik tanda panggil sebelumnya meninggal dunia atau tidak memperpanjang izinnya.

 "Mengenai callsign jika sudah tidak dipakai, mungkin karena meninggal atau tidak memperpanjang, maka bisa digunakan orang lain," katanya yang dihubungi melalui Whatsapp.

Dirinya menjelaskan, penggunaan callsign yang sudah tidak diaktifkan lagi bisa melalui beberapa cara. Anggota yang ingin menggunakan tanda panggil itu bisa menghubungi Orari Pusat yang akan merekomendasikannya ke Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Pengajuan atau permohonan ke ORPUS dan diteruskan ke SDPPI," ungkapnya.[]