News

Cak Imin Syaratkan Jadi Capres Gabung KIB, Pengamat Sebut Muhaimin Lebih Agresif

dengan memberikan persyaratan itu Cak Imin ingin punya bergaining politik jika akhirnya bergabung di KIB


Cak Imin Syaratkan Jadi Capres Gabung KIB, Pengamat Sebut Muhaimin Lebih Agresif
Ketua DPR Puan Maharani berbincang dengan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar usai menutup Sidang Paripurna ke-20 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2021-2022 di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberikan syarat khusus. Jika Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari PPP, PAN dan Partai Golkar ingin menarik partainya untuk bergabung di gerbong koalisi. 

Politisi yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku partainya siap bergabung di KIB asalkan dicalonkan sebagai Presiden pada Pemilu 2024. 

"Saya siap bergabung asal capresnya saya," ujar dia kepada wartawan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/5/2022).

baca juga:

Menanggapi ramainya pemberitaan soal syarat Cak Imin tersebut di media massa. Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an menilai persyaratan Cak Imin merupakan hal yang wajar saja. Pasalnya dengan memberikan persyaratan itu Cak Imin ingin punya bergaining politik jika akhirnya bergabung di KIB.

"Jadi wajar saja kalau Cak Imin misalnya mau gabung ke koalisi KIB dengan bergaining, misalnya ada syarat mau ketika dijadikan capres wajar saja. Karena kerangkanya siapa capres dan cawapres. Kalau bukan bergaining itu saya pikir tidak mau ya Cak Imin," katanya dihubungi di Jakarta, Senin (23/5/2022). 

Lebih lanjut, Rif'an menjelaskan posisi PKB dinilai menjadi refresentatif dari partai berbasiskan Islam karena memiliki kedekatan dengan kalangan islam tradisional terutama kalangan NU. Selain itu nama Cak Imin banyak dilirik tokoh-tokoh partai lain untuk dijadikan Cawapres. 

"Apalagi Cak Imin memang secara kepartaian PKB relatif punya basis dibandingkan partai lain yang berbasis massa Islam, PKB paling banyak. Caik Imin ini banyak dilirik tokoh partai mungkin dilirik Prabowo, Puan dan Ganjar. Artinya peluang bergabung ke partai lain ada di Cak Imin, dan PKB memang basisnya NU," Paparnya.

Rif'an menambahkan Cak Imin menyasar capres lantaran dibanding ketua umum partai lain yang elektabilitasnya masih cenderung tipis karena rata-rata dibawah 5 persen. Akan tetapi Wakil Ketua DPR RI itu dianggap memiliki keunggulan lebih agresif dalam melakukan kerja-kerja politik. []