Ekonomi

Bye Premium, Netflix Akan Diskusikan Soal Pasang Iklan di Platformnya

Setelah kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam satu dekade dan memproyeksikan penurunan 2 juta pada kuartal mendatang


Bye Premium, Netflix Akan Diskusikan Soal Pasang Iklan di Platformnya
Layanan film streaming Netflix (Dokumen)

AKURAT.CO, Netflix saat ini sedang membicarakan dengan beberapa perusahaan untuk melakukan kemitraan periklanan, Co-CEO Netflix Ted Sarandos mengatakan pada hari Kamis (23/6/2022) kemarin bahwa perusahaan streaming ini berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan pelanggan yang melamban dan akan menurunkan biaya agar bisa lebih murah.

Berdasarkan laporan media dari awal pekan ini Netflix sedang dalam diskusi dengan Google Alphabet dan NBCUniversal Comcast untuk potensi ikatan pemasaran.

"Kami sedang berbicara dengan mereka semua sekarang," kata Sarandos pada konferensi Cannes Lions ketika ditanya perusahaan mana yang ingin bermitra dengan Netflix.

baca juga:

Namun, ketika Alphabet dan Comcast ditanyai mengenai hal tersebut, mereka menolak untuk berkomentar.

Setelah kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam satu dekade dan memproyeksikan penurunan 2 juta pada kuartal mendatang, Netflix mengatakan pada bulan April bahwa mereka serius melihat iklan.

"Kami tidak menambahkan iklan ke Netflix seperti yang Anda kenal sekarang. Kami menambahkan tingkat iklan untuk orang-orang yang mengatakan 'hei, saya ingin harga yang lebih rendah dan saya akan menonton iklan'," kata Sarandos di Cannes Lions.

Penantang paling tangguh Netflix - Walt Disney's Disney+ - juga mengatakan akan memperkenalkan tingkat yang didukung iklan, karena ledakan pandemi dalam streaming memudar, persaingan ketat, dan kenaikan inflasi menekan pengeluaran konsumen untuk hiburan.

Sebelumnya, Netflix memiliki rencana akan menyiarkan acara tanpa skrip dan komedi khusus. Rencana tersebut sedang pada tahap pengembangkan kemampuan melakukan siaran langsung tersebut.

Dikutip dari Deadline, Selasa (17/5/2022), perusahaan streaming ini diindikasikan akan menggunakan teknologi untuk mengadakan pemungutan suara langsung untuk acara kompetisi.

Acara tersebut seperti Dance 100 dan rangkaian acara festival Netflix Is A Joke tahunan, di antara contoh penggunaan lain. Sementara The Wall Street Journal, pada Sabtu (14/5/2022) lalu mengungkapkan, Netflix baru saja memperbarui panduan kultural, lalu menambahkan bagian baru berjudul ekspresi artistik.

Dokumen Netflix menyebut bahwa pihaknya akan memungkinkan penonton untuk menentukan hal yang pantas untuk mereka, alih-alih Netflix menyensor artis atau suara tertentu.

Tak hanya itu, Netflix mengklaim menghabiskan waktu selama 18 bulan terakhir untuk mendiskusikan permasalahan kultural dengan pegawai.[]

Sumber: Reuters