Ekonomi

Bye Iran! Tiongkok Terima Banyak Diskon Minyak dari Rusia

Tiongkok yang merupakan pengimpor minyak nomor satu dari Iran selama dua tahun terakhir nampaknya mulai menurun


Bye Iran! Tiongkok Terima Banyak Diskon Minyak dari Rusia
Penyulingan Minyak di Iran (REUTERS/Raheb Homayandi)

AKURAT.CO, Tiongkok yang merupakan pengimpor minyak nomor satu dari Iran selama dua tahun terakhir nampaknya mulai menurun. Ini dibuktikan dengan adanya penurunan volume impor minyak Iran dari Tiongkok pada akhir 2021 sampai 2022.

Melihat hal ini, Analisis dari Vortexa Analytics menbeberkan beberapa data yang menjelaskan bila sebelumnya Tiongkok mengimpor hampir 650.000 barel minyak per hari dari Iran pada April, dibanding impor Maret yang hampir 700.000 barel per hari.

Sedangkan agensi analis lainnya, Kpler memperkirakan ekspor minyak Iran 575.000 barel per hari, turun dari rata-rata 840.000 barel per hari pada kuartal pertama 2022. Hal ini tentu menjadi sorotan karena penurunan yang hampir setengah ini menimbulkan beberapa spekulasi, diantaranya adalah kenaikan harga minyak dunia.

baca juga:

Selama ini pembeli utama minyak Iran adalah operator kilang Independen Tiongkok, Teapots, yang mayoritas tersebar di Provinsi Shandong Timur. Menurut Emma Li, analis Vortexa, ada sekitar enam kargo minyak Iran dengan total delapan juta barel minyak belum dapat dibongkar di Pelabuhan Shandong dan Zhejiang, selama lebih dari tiga bulan. Dan menurut data dari bea cukai Tiongkok, instansi melaporkan bila terdapat impor sebesar 260.000 ton (1,9 juta barel) minyak Iran, yang mana masing-masing dilakukan pada bulan Desember dan Januari lalu.

" Iran mulai mengalami kesulitan menemukan pembeli sejak Februari," ujar Emma Li dikutip dari Reuters.

Selain karena harga minyak yang mulai melambung tinggi, Iran juga dihadapkan oleh adanya pelanggaran mengenai pakta anti-nuklir, yang mana Iran dahulu pernah menarik diri dari pakta tersebut dan turut dikucilkan oleh Barat. Sehingga, apabila Iran kembali ke Pakta Anti-Nuklir akan memungkinkan negara tersebut untuk meningkatkan penjualan minyaknya ke negara selain Tiongkok seperti Korea Selatan dan Eropa.

Berbeda dengan minyak Iran, impor minyak dari Rusia ke China justru melonjak hingga 16 persen pada periode Maret hingga April 2022. Bahkan, ada diskon untuk pembelian minyak Rusia.

Menurut para trader minyak, pihak Rusia menawarkan minyak dengan diskon US$6 hingga US$7 kepada Teapots. Meningkatnya impor minya Rusia oleh China seiring penurunan permintaan di Eropa di tengah meningkatnya kekhawatiran atas sanksi keras invasi Rusia ke Ukraina.[]

Sumber: Reuters