Rahmah

Buya Syakur Beberkan Kenapa Hidupmu Terasa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya

Buya Syakur mengatakan, penyebab hidup kita menjadi berat adalah karena kita ingin memikul semua beban yang ada.


Buya Syakur Beberkan Kenapa Hidupmu Terasa Berat, Ternyata Ini Penyebabnya
Buya Syakur Yasin (Bincang Syariah)

AKURAT.CO  Pengasuh pondok pesantren tersebut, Buya Syakur Yasin, MA dalam salah satu pengajian rutin di Pondok Pesantren Candangpinggan, Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, menyampaikan jika yang membuat hidup kita menjadi berat adalah karena kita ingin memikul semua beban yang ada. Sehingga tidak ada keinginan untuk menyerahkan beban kita kepada Allah SWT.

"Mikirin anak, mikirin istri, mikirin tetangga, mikirin murid, mikirin guru, mikirin mertua, semuanya dipikirin, disuruh siapa," kata Buya Syakur, dikutip AKURAT CO dari kanal Youtobe Wamimma TV yang diuanggah 20 Desember 2021.

Secara spesifik Buya Syakur menjelaskan bahwa semua yang ada di dunia ini bukan milik kita, tetapi hanya milik Allah SWT. Lalu kenapa hidup kita merasa terbebani sampai menghirup nafas saja rasanya sangat sesak seperti kurang oksigen. Karena kita selalu memikirkan sesuatu yang sesungguhnya bukan milik kita.

baca juga:

"Apakah anakmu, apakah istrimu, apakah mertuamu, apakah adikmu, apakah kakakmu dan sebagainya yang itu bukan milikmu kok kenapa harus dipikirin. Toh nanti kita bertanggungjawab dihadapan Allah SWT juga masing-masing kok. Masalah dosa sifatnya individual kok. Betul tidak?," ujar Buya Syakur.

Oleh karena itu, lanjut Buya Syakur mengatakan, bahwa semuanya yang kita lakukan di dunia ini akan diadili oleh Tuhan satu persatu. Karena jikapun kita memikul dosa orang lain, maka tidak akan bisa.

"Ada maling motor yang ketangkap, lalu ada yang memukuli maling tersebut, ada yang nendang dan lainnya. Ini kan akan diadili semua. Masing-masing akan diganjar dengan apa yang dia lakukan. Kamu ngapain? Saya mukul aja pak polisi. Kamu? Saya nendang. Maka beda hukumannya. Masing-masing pelaku itu beda hukumannya," tutur Buya Syakur.

"Akhirnya kita akan bertanggungjawab atas diri kita sendiri karena tidak ada orang yang bisa memukul dosa orang lain. Andaikan ada orang disuruh memikul dosa orang lain, pasti tidak akan terpikul kok. Dosa sendiri saja begitu banyaknya apalagi memikul dosa orang lain," imbuh Kiai kelahiran Indramayu, 12 November 1960 itu. []