News

Bus Mogok Saat Ke Titik Nol IKN, PII Usulkan Smart Transport

Bus Mogok Saat Ke Titik Nol IKN, PII Usulkan Smart Transport
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa menyambut kedatangan rombongan peserta Rapimnas PII di Titik Nol IKN Nusantara, Minggu (22/1/2023). (Dok. PII)

AKURAT.CO Perjalanan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memberi kesan yang cukup membekas bagi para peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII). 

Betapa tidak, salah satu bus yang dinaiki rombongan sempat mengalami masalah. Karena kesigapan panitia pelaksana, rombongan yang berada di dalam bus akhirnya dipindahkan ke bus lainnya, tanpa menunggu waktu lama.

Ketua Panitia Pelaksana Rapimnas PII, Hetifah Sjaifudian mengatakan, bus mogok tersebut adalah kondisi sesungguhnya masalah transportasi di Kalimantan Timur. 

baca juga:

Untuk itu, dengan pembangunan IKN yang mengusung konsep kota cerdas dengan memerhatikan lingkungan dan energi terbarukan, sudah wajib dipikirkan untuk mengembangkan transportasi cerdas di masa depan.

“Ini menjadi pengalaman yang berharga, untuk kita bisa sama-sama mengembangkan konsep smart transportation ke depannya untuk di IKN,” ujar dia, melalui keterangan tertulis yang diterima Akurat.co di Jakarta, Senin (23/1/2023).

Setibanya di lokasi Tugu Titik Nol IKN, rombongan disambut dengan hangat oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa. 

Dia menjelaskan kedatangan rombongan PII ke Titik Nol IKN dan juga lokasi Istana Negara serta Bendungan Semoi Dua akan memberikan gambaran secara jelas terkait progres pembangunan IKN Nusantara.

Dirinya secara yuridiksi memang tidak lagi memiliki otoritas terhadap kawasan IKN, namun sebagai bupati PPU yang kawasannya sebagian besar akan dijadikan ibu kota, Hamdam merasa sangat terhormat kedatangan tamu dari para pengurus pusat PII yang berlatar belakang insinyur dengan profesi beragam.

“Ini suatu kebanggaan, karena tidak hanya para insinyur yang datang, tapi juga ada profesor, akademisi, bahkan Bupati Aceh Timur bisa hadir di IKN ini,” ucap dia dalam sambutannya, Minggu (22/1/2023).

Mayoritas peserta Rapimnas PII meninjau lokasi kawasan IKN Nusantara. Sebagian lainnya ke proyek kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. 

Hamdan enerangkan, IKN sejatinya berada di antara Kabupaten PPU dan juga Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, pusat pemerintahan dan sebagian besar zona utama IKN berada di wilayah administrasi PPU. Sehingga, sejumlah hal seperti pelayanan publik untuk masyarakat masih tetap dibawah kendalinya.

Sedangkan, untuk urusan investasi dan juga progres pembangunan, saat ini telah berada di bawah Badan Otorita IKN, yang dipimpin oleh Bambang Susantono.

“PPU nantinya tetap akan menjadi interland untuk IKN. Serta daerah penyangga utama,” jelas dia.

Sekretaris Jenderal PII, Bambang Goeritno mengungkapkan, sebuah pengalaman berharga bisa membawa rombongan yang cukup banyak ke lokasi Titik Nol IKN. Terlebih yang dibawa adalah para insinyur.

Dia menyatakan, PPI melalui Deklarasi Balikpapan telah berkomitmen untuk berperan aktif dalam perencanaan dan operasional IKN. Agar pembangunan tepat waktu, tepat mutu, dan efisien.

“Semoga IKN ini akan menjadi contoh dalam membangun sebuah kota yang baik sesuai rencana kita. Kita ingin membangun sebuah kota yang cerdas, yang bisa memberikan kenyamanan dan fungsi optimal untuk masyarakatnya,” kata dia.

Ia juga menyatakan, PII memiliki tenaga ahli dari pakar-pakar perkotaan serta ilmu disiplin lainnya, yang bisa dikerahkan untuk membantu pembangunan IKN.

Perjalanan di dua lokasi ini menutup rangkaian acara Rapimnas PII di Balikpapan. []