Ekonomi

Buruh Tembakau Desak Pemerintah Pikir Ulang Rencana Kenaikan Tarif Cukai

Serikat Pekerja Rokok Tembakau berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) 2021 mendatang.


Buruh Tembakau Desak Pemerintah Pikir Ulang Rencana Kenaikan Tarif Cukai
Petani menjemur tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

AKURAT.CO Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) dan Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM SPSI) berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2021 mendatang.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo meminta pemerintah untuk tidak menaikkan tarif CHT terutama Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang banyak menyerap tenaga kerja.

"Kami berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada SKT demi kelangsungan hidup pekerja linting dan petani tembakau, caranya dengan tidak menaikkan tarif cukai SKT," ujar Budidoyo dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2019 serapan tenaga kerja di industri hasil tembakau mencapai 4,28 juta pekerja di industri manufaktur dan distribusinya serta 1,7 juta pekerja di perkebunan tembakau.

Di antara serapan tenaga kerja tersebut, sebagian besar bekerja sebagai buruh di sektor SKT. Adapun, pekerja di sektor SKT didominasi oleh perempuan sebagai buruh linting.

Budidoyo mengatakan kondisi IHT yang tengah terpuruk akibat pandemi dan kenaikan cukai tahun ini menyebabkan serapan tembakau dan cengkeh menurun drastis.

"Turunnya produksi dan penjualan rokok, turut berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat petani tembakau dan cengkih serta pekerja linting rokok," katanya dilansir dari Antara.

Ia menuturkan, penurunan produksi memicu pengurangan serapan tembakau sebesar 50 ribu ton dari 50 ribu hektare lahan pertanian tembakau. Apalagi, sektor SKT menggunakan lebih banyak tembakau dan cengkih sebagai bahan baku dibandingkan rokok mesin.

"Jika SKT dibebani dengan kenaikan cukai, kemiskinan di daerah sentra industri tembakau pasti terjadi," ujar Budidoyo.

Sumber: Antara