News

Buruh Nekat Demo di Tegah Covid-19, KSPSI Pastikan Semua Bebas Corona

Sebelum datang ke lokasi, para demonstran sudah menjalankan tes antigen dan membawa surat rekomendasi bebas penyakit menularitu.


Buruh Nekat Demo di Tegah Covid-19, KSPSI Pastikan Semua Bebas Corona
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat Sabtu (1/5/2021) (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Sejumlah serikat buruh tetap nekat berunjuk rasa di tengah Covid-19 pada peringatan hari buruh internasional atau May Day yang jatuh pada hari ini, Sabtu (1/5/2021). Unjuk rasa itu digelar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat yang dihadiri ratusan buruh.

Kendati unjuk rasa itu berlangsung di tengah ancaman Covid-19, namun Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea yang ikut hadir pada aksi demonstrasi itu memastikan semua pendemo bebas corona.

Kata dia, sebelum datang ke lokasi, para demonstran sudah menjalankan tes antigen dan membawa surat rekomendasi bebas penyakit menularitu.

"Semua yang hadir di sini kami memastikan semua memakai surat antigen," kata Andi.

Selain membawa surat antigen, aksi unjuk rasa ini juga dijaminmematuhi semua protokol kesehatan terutama ketaatan mengenakan masker dan menjaga jarak aman ketika aksi demonstrasi berlangsung.

Ucapan Andi memang terbukti, para demonstran yang datang memang berusaha menjaga jarak aman satu dengan yang lainnya, menggelar tikar dan duduk  di bawah  terik  matahari mendengarkan orasi sambil tetap menjaga jarak.  

"Hari ini kami membuktikan buruh melakukan aksi dengan mematuhi prosedur kesehatan yang sangat ketat," ucapnya.

Agar prosedur penerapan protokol kesehatan itu bisa berjalan dengan baik, Adi mengaku pihaknya bahkan sampai mengurangi jumlah massa yang  turun ke jalan pada May Day tahun ini. Hal ini kata dia tidak hanya berlaku di Jakarta, namun diseluruh Indonesia.

"Di seluruh daerah semuanya antigen dan mengurangi jumlah yang sangat signifikan," pungkasya.

Dalam peringatan hari buru tahun ini, pengunjuk rasa membawa dua tuntutan utama,  Pertama, mencabut atau membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Kemudian tuntuan kedua adalah meminta pemerintah  kembalikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di tahun 2021.[]