Ekonomi

Buruan Depak 6 Kegiatan Tak Berguna Ini, Kalau Mau Gampang Kaya!

Sebagai milenial kita harus menanamkan pada diri bahwa adalah calon orang kaya. Meski mencapai puncak dan memiliki kekayaan tidak gampang


Buruan Depak 6 Kegiatan Tak Berguna Ini, Kalau Mau Gampang Kaya!
Ilustrasi orang banyak uang (LICDN.COM)

AKURAT.CO Sebagai milenial kita harus menanamkan pada diri bahwa adalah calon orang kaya. Meski mencapai puncak dan memiliki kekayaan tidak gampang.

Mau kaya? Mulai dari yang gampang-gampang saja. Hilangkanlah kebiasaan buruk yang sebenarnya tidak penting dan kurang bermanfaat untuk kita. Berikut ini ada enam kegiatan tidak penting yang bikin susah kaya, yang dikutip dari Instagram Investor Muda:

1. Dugem Tiap Minggu

Aktivitas dugem bukan lagi menjadi hal yang tabu bagi kehidupan orang-orang terutama kawula muda di kota-kota besar yang terbawa arus budaya barat ini.

Bahkan, bagi sebagian penikmatnya menjadikan dugem sebagai gaya hidup dan hobi.

Tentu saja mereka rela menyisihkan dana khusus untuk hal yang disebut "memanjakan diri menghilangkan penat" itu. Hanya dengan modal Rp100.000 - Rp250.000 sudah dapat menikmati. Kehidupan layaknya orang barat.

Sah-sah saja sesekali dilakukan untuk menghilangkan penat. Tapi kalau tiap minggu, berapa uang yang bisa dihabiskan? Hendaknya dipertimbangkan lagi untuk tidak melakukan sesuatu yang membuang uang dengan percuma.

2. Tidak Mencatat Pengeluaran

Bagi sebagian orang, mencatat pengeluaran atau keuangan harian adalah hal yang sangat membosankan, malas, tidak ada waktu, dan lain-lain. Padahal mencatat pengeluaran itu hal yang mudah saat ini karena tidak perlu lagi repot menggunakan alat tulis, tetapi bisa menggunakan aplikasi pencatat keuangan di ponsel.

Selain itu, banyak manfaat yang bisa didapat seperti menghindari pepatah "besar pasak daripada tiang" atau lebih besar pengeluaran daripada pemasukan dan mengontrol belanja agar lebih bijak menggunakan uang.

Mulailah mencatat pengeluaran. Karena sebanyak apapun uang yang kamu miliki tetapi jika tidak diatur, akan selalu habis. Akibatnya tidak bisa menyisakan untuk tabungan, investasi atau menambah aset.

3. Ngejar Barang Bergengsi

Sebagai makhluk sosial, mengejar gengsi merupakan hal yang wajar. Apalagi yang masih muda, kebanyakan masih haus pengakuan. Tapi gengsi bukanlah perwujudan dari harga diri.

Membeli tas lucu, baju keluaran design baru, sepatu model baru, dan lain-lain. Semua itu hanya membuatmu merasa senang sesaat. Padahal kebutuhanmu di masa mendatang semakin bertambah.

Jadi, kurangi kebiasaan mengejar barang bergengsi mulai saat ini untuk keuangan di masa depan yang lebih baik.

4. Sibuk tapi tidak produktif

Bisa dikatakan orang yang sibuk belum tentu produktif. Akan tetapi, orang yang produktif tentunya mempunyai kesibukan.

Orang sibuk cenderung tidak memiliki tujuan. Orang sibuk mengambil banyak langkah agar mendapatkan hal yang terbaik bagi dirinya. Sementara orang produktif berbeda.

Ia akan mengambil langkah yang jelas dengan tujuan yang dicapainya nanti. Dengan begitu, semua keputusan dan langkahnya lebih terukur.

5. Overthinking No Action

Selayaknya memang kedewasaan seseorang terlihat ketika dia berpikir dahulu sebelum bertindak. Tapi apa jadinya terlalu banyak berpikir tanpa bertindak?

Terlalu banyak berpikir hanya akan menggagalkan tujuan yang akan dicapai, termasuk ingin menjadi kaya dan sukses. Hentikan terlalu banyak berpikir dan mulailah dari hal yang lebih mudah dan bisa dilakukan.

6. Tidak Disiplin sama Diri Sendiri

Disiplin menjadi hal utama yang menentukan tercapai atau tidaknya keberhasilan. Meskipun kamu sudah melakukan tahapan-tahapan suatu tujuan, tapi tidak disiplin apalah artinya.

Seperti mengelola keuangan. Ketika sudah mengkalkulasi pendapatan dan mengalokasikan pengeluaran dalam pencatatan tetapi dalam kenyataan tidak sesuai dan masih konsumtif, maka keuangan kamu tetap tidak terkendali dan boros.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co