News

Buru Aset Hasil Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Heru Hidayat

Penyidik Pidana Khusus Kejagung memeriksa adik tersangka kasus Asabri Heru Hidayat bernama Susanti Hidayat (SH).


Buru Aset Hasil Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Heru Hidayat
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Telisik aset-aset diduga hasil korupsi, Penyidik Pidana Khusus Kejagung memeriksa adik tersangka kasus Asabri Heru Hidayat bernama Susanti Hidayat (SH). Belum lama ini penyidik menyita sebuah mobil merk Lexus atas nama SH.

"Pemeriksaan terhadap saksi SH tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri, dia lihat sendiri dan dia alami sendiri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak di kantornya, Senin (19/4/2021).

Diketahui, mobil yang disita merupakan merk Lexus dengan pelat nomor polisi B 16 SLR. Mobik  itu hasil penggeledahan Kantor PT IIKP di Kembangan Jakarta Barat pada Selasa 06 April 2021.

Menurut Leonard, mobil tersebut milik Susanti Hidayat selaku Direktur Utama PT Inti Kapuas Arwana Internasional, yang merupakan adik kandung tersangka Heru Hidayat

Selain SH, penyidik memeriksa empat saksi lain. Mereka adalah APS selaku Komisaris PT. Bumi Teknokultura Unggul, Tbk, NHP selaku Nominee Tersangka HH, TJT selaku Head Dealer PT. Maybank Asset Management, DA selaku Direktur Utama PT. Treasure Fund Investama.

Sampai kini baru terkumpul aset-aset hasil penyitaan ditaksir senilai Rp10,5 triliun. Sementara kerugian negara sekitar Rp23, 7 triliun. Penyidik masih terus menelisik aliran dana Asabri tersebut.

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu