News

Buru Aset Bentjok, Dirut PT Mandiri Mega Jaya Diperiksa Kejagung

Penyidik Pidana Khusus Kejagung terus menelusuri aset-aset milik tersangka penyelewengan dana Asabri, khususnya milik Benny Tjokrosaputro


Buru Aset Bentjok, Dirut PT Mandiri Mega Jaya Diperiksa Kejagung
Tersangka dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang juga Direktur Utama PT Hanson, Benny Tjokrosaputro, saat ditemui usai diperiksa di Gedung Kejagung RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020) (AKURAT.CO/Faqih Fathurrahman)

AKURAT.CO, Penyidik Pidana Khusus Kejagung terus menelusuri aset-aset milik tersangka penyelewengan dana Asabri, khususnya aset milik Benny Tjokrosaputro.

Hari ini, Selasa (13/4/2021), penyidik memeriksa Dirut PT Mandiri Mega Jaya berinisial AT. PT Mandiri Mega Jaya, merupakan anak perusahaan yang masih terafiliasi dari Hanson International yang jadi induk di usaha properti milik Benny alias Bentjok.

Penyidik juga memeriksa dua saksi sebagai Nominee dari Bentjok. Keduanya adalah MS dan SC. Penyidik juga memanggil MH selaku Karyawan PT Hanson International Tbk.

Selain itu penyidik juga memeriksa saksi lain terkait penyelewengan dana Asabri. Mereka adalah KP selaku Direktur Utama PT. Profindo Sekuritas Indonesia. RH selaku Managing Director PT. OSO Sekuritas, AMP selaku Tim Pengguna PT. Mandiri Mega Jaya pada PKPU.

Lalu saksi IS selaku Kabid Transaksi Ekuitas PT. Asabri (Persero) periode Oktober 2017 s/d sekarang, IK selaku Plt. Kadiv Investasi PT. Asabri (Persero) periode Februari 2017 s/d Mei 2017, LIG selaku Institutional Equity Sales PT Trimegah Securities dan APS selaku Komisaris PT. Bumi Teknokultura Unggul, Tbk.

"Untuk kepentingan penyidik guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Selasa (13/4/2021).

Sebelum penyidik mencecar Direktur PT Bintang Baja Hitam berinisial GJ terkait penyelewengan dana Asabri. Selain Direktur PT Bintang Baja Hitam, penyidik juga memeriksa lima saksi lain.

Mereka adalah YN selaku Dirketur PT. Hanson Coal Energy, RS selaku Direktur PT. Oso Management Investasi, C selaku Nominee Tersangka BTS, YG selaku Karyawan PT. Asabri dan BS selaku Staf Administrasi PT. Asabri.

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik tersangka. Mulai dari mobil mewah, bus, kapal tanker hingga ratusan bidang tanah. Saat ini taksiran kerugian negaranya Rp23 triliun.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co