News

Buronan Korupsi Surya Darmadi Segera Tiba di Jakarta, Bukan Ditangkap

Surya Darmadi disebut bakal tiba di Indonesia pada Senin 15 Agustus 2022

Buronan Korupsi Surya Darmadi Segera Tiba di Jakarta, Bukan Ditangkap
Surya Darmadi (Istimewa)

AKURAT.CO Kabar baik datang terkait Surya Darmadi alias Apeng. Pemilik PT Duta Palma Group yang menjadi buronan kasus korupsi di KPK dan Kejaksaan Agung itu dikabarkan akan pulang ke tanah air. 

Kepastian mengenai kabar Apeng akan menjalani proses hukum di Indonesia disampaikan pengacaranya, Junimlver Girsang. 

"Bahwa setelah mempertimbangkan saran dari kami dan setelah berdiskusi dengan keluarga, saudara Surya Darmadi dengan itikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022, sedianya akan tiba di Jakarta," ujar Juniver dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (13/8/2022). 

baca juga:

Juniver menuturkan kliennya berkomitmen untuk mengikuti proses hukum di KPK maupun Kejagung. Juniver menyampaikan kliennya bakal memenuhi panggilan pemeriksaan meskipun tengah dalam perawatan dokter. 

Tak hanya itu, Apeng diketahui telah melayangkan surat ke Jampidsus Kejagung dengan menyatakan dirinya siap kooperatif mengikuti proses hukum yang ada. Berdasarkan hal tersebut, kuasa hukum Apeng meminta agar status cegah yang diterbitkan Ditjen Imigrasi terhadap kliennya itu dicabut. 

Juniver menilai hal itu dilakukan agar langkah Apeng dalam mengikuti proses hukum dapat berjalan dengan baik. 

"Kepada semua pihak, kami mengimbau agar menghargai proses hukum dan tetap menghormati asas praduga tidak bersalah klien kami, dengan menahan diri untuk tidak menghakimi saudara Surya Darmadi dengan opini yang tidak proporsional dan cenderung tidak berbasis fakta," ujarnya. 

Sebagai informasi, Apeng ditetapkan tersangka oleh KPK dan Kejagung. KPK menetapkan Apeng tersangka suap alih fungsi hutan di Riau dan menduga perbuatan tindak pidana korupsi Apeng menimbulkan kerugian negara Rp 54 triliun. 

Sementara itu, Kejagung menetapkan bos produsen minyak goreng merek Palma itu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan di Riau seluas 37.095 hektare.  

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut kerugian keuangan dan perekonomian negara akibat perbuatan dugaan korupsi Surya Darmadi mencapai Rp78 triliun.[]