News

Buron Tersangka Penipu Putri Arab Ditangkap di Palembang


Buron Tersangka Penipu Putri Arab Ditangkap di Palembang
Karopenmas Komjen Argo Yuwono bersama jajaran kepolisian melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Menurut Listyo Tadi malam tim teknis telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap Novel Baswedan, pelaku ada dua orang dengan inisial RM dan RB. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mabes Polri mengungkapkan bahwa tersangka yang juga buronan dalam kasus penipuan seorang Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al-Saud berhasil ditangkap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono, mengungkapkan bahwa tersangka tersebut berinisial EMC dan ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (23/2/2020) dini hari.

"Kemarin waktu hari Minggu tanggal 23 Februari sekitar jam 4 pagi kita bisa menangkap DPO tersebut atas nama EMC di daerah Palembang, Sumatera Selatan," ungkapnya di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Argo menjelaskan bahwa yang bersangkutan saat ini sedang diperiksa oleh tim penyidik di Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan.

"Nanti harus kita kualifikasi kembali sama yang bersangkutan atau tersangka yang buktinya apa terkait dengan peristiwanya," ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, kepolisian akan menjerat tersangka dengan KUHP pada Buku Kedua tentang Kejahatan Bab XXV Perbuatan Curang Pasal 378 yang berbunyi: 

'Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang ataupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.'      

"Kita kenakan 378 tentang penipuan (dengan hukuman) 5 tahun ke atas," kata Argo.

Sebelumnya, tersangka lain yakni EAH telah ditangkap lebih dulu pada 28 Januari lalu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Akibat kasus ini, Putri Lolowah diduga mengalami kerugian sekitar Rp512 miliar.

Kasus ini bermula ketika Putri Lolowah mengirim uang Rp505,5 miliar antara 27 April 2011 hingga 16 September 2018. Namun, hinga akhir 2018 proyek yang dijanjikan tak kunjung selesai.

Dari hasil penghitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan villa tidak seperti yang dijanjikan.

Tak hanya itu, para tersangka juga menawarkan lahan seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali.

Namun, setelah Putri Lolowah mengirim lagi uang sebanyak 500.000 dollar AS atau sekitar Rp6,8 miliar, ternyata lahan tersebut tidak dijual oleh pemiliknya.[]