News

Buron 17 Tahun, Pembobol Bank Mandiri Akhirnya Ditangkap saat Isolasi Mandiri

Buron 17 Tahun, Pembobol Bank Mandiri Akhirnya Ditangkap saat Isolasi Mandiri


Buron 17 Tahun, Pembobol Bank Mandiri Akhirnya Ditangkap saat Isolasi Mandiri
DPO Yosef Tjahjadjaja (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Tim intelijen Kejaksaan Agung bersama Polda Jabar meringkus Yosef Tjahjadjaja, buronan yang telah kabur selama 17 tahun. Yosef adalah pembobol Bank Mandiri yang rugikan Rp120 miliar.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak penangkapan buronan Kejari Jakarta Pusat dilakukan pada Selasa Selasa (13/7/2021). Saat itu Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat berkoordinasi keberadaan Yosef.

“Yosef ditangkap di sebuah rumah sakit di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur sekira pukul 13.50 WIB. Yosef ditangkap saat menjalani proses isolasi mandiri," terang Leo kepada media, Rabu (14/7/2021) malam.

Penangkapan berawal saat Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat menerima laporan kasus penipuan yang diduga dilakukan Yosef bersama 2 pelaku lainnya yang sudah berhasil ditangkap oleh Penyidik Dirkrimum Polda Jawa Barat terlebih dahulu.

Agar tak ketahuan sebagai buronan, Yosef telah mengganti identitas dengan Kartu Tanda Pendudukan atas nama Yosef Tanujaya. Tapi Penyidik Polda Jawa Barat tak tertipu. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung.

“Ternyata pelaku penipuan tersebut merupakan buronan yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” kata Leo.

Usai dilakukan penangkapan, Yosep ditempatkan di RSU Adhyaksa Ceger Jakarta Timur untuk menjalani masa perawatan karantina. Sebab Yosef diduga terpapar COVID-19 dan dirawat selama 10 hari di RS sebelum ditangkap atau diamankan.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan Swab Antigen terakhir pada Selasa (13/7), Yosef sudah dinyatakan negatif.

Setelah pemantauan kesehatan yang bersangkutan dinyatakan sehat, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan memindahkan Terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bobol Bank

Dalam kasus ini, awalnya Yosef diminta untuk mencarikan dana guna ditempatkan di Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan dan atas penempatan dana tersebut, terpidana meminta imbalan kepada pihak bank. Akhirnya, terpidana berhasil menempatkan deposito Rp200 miliar dari PT Jamsostek di bank tersebut.

Selanjutnya atas penempatan dana tersebut, Yosef bersama-sama dengan Agus Budio Santoso dari PT Rifan Financindo Sekuritas meminta imbalan fasilitas dana untuk mengucurkan kredit kepada Alexander J Parengkuan dkk dari PT Dwinogo Manunggaling Roso dengan cara deposito PT Jamsostek yang telah ditempatkan di bank tersebut.

“Dijadikan jaminan kredit oleh terpidana atas bantuan Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan (Terpidana Charto Sunardi yang telah diputus bersalah dan dihukum dengan pidana penjara divonis 15 tahun,” beber Leo.

Kucuran kredit yang dibagi menjadi sepuluh bilyet giro, dikucurkan kepada Alexander selaku direktur PT Dwinogo Manunggaling Roso, di mana awalnya dana tersebut akan digunakannya untuk membangun rumah sakit jantung.

Namun belakangan dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Atas bantuan pengucuran kredit tersebut, Yosef mendapat imbalan uang sebanyak Rp6,4 miliar dan perusahaannya PT. Rifan Financindo Sekuritas mendapatkan fee sebesar 7,5 % dari jumlah kredit yang dikucurkan,” ucapnya.

Akibat dari pencairan kredit yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku pada waktu itu, menyebabkan kerugian negara dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2662 K/Pid/2006 tanggal 01 Nop 2006, jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 17/Pid/2006/PT.DKI tanggal 17 Mei 2006, jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 59/Pid.B/2004/PN.JKT.PST tanggal 26 Juli 2004, Terpidana Yosef Tjahjadjaja dinyatakan terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dia dijatuhi hukuman pidana dengan pidana penjara selama 11 tahun,” tutupnya.[]