News

Bupati Sleman Minta Warga Tak Mudik Kala Nataru

Bupati Sleman mengimbau warganya agar tak melakukan mudik dari dan ke Sleman demi mencegah penyebaran virus Covid-19 saat momen libur Natal dan Tahun Baru


Bupati Sleman Minta Warga Tak Mudik Kala Nataru
Foto ilustrasi: Calon penumpang Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) beraktivitas di terminal menjelang akhir tahun 2020 lalu. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengimbau kepada warganya agar tak melakukan mudik dari dan ke Sleman demi mencegah penyebaran virus Covid-19 saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Imbauan Kustini adalah bentuk tindak lanjut dari upaya pemerintah pusat membatasi mobilitas masyarakat menjelang libur Nataru. Salah satunya adalah wacana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia akhir tahun nanti.

"Untuk menjaga situasi pandemi Covid-19 di Sleman agar tetap kondusif, warga Sleman yang perantau maupun yang di rantau diimbau agar tidak mudik saat libur Natal dan Tahun Baru. Kegiatan silaturahmi masih bisa kita lakukan secara virtual. Mari jaga diri, lingkungan, saudara kita," kata Kustini, Senin (22/11/2021).

baca juga:

Istri dari mantan Bupati Sleman Sri Purnomo itu turut meminta agar warganya sadar diri dan tidak menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saat pergantian tahun baru. 

"Dalam rangka pengetatan ini, diimbau masyarakat tidak menggelar kegiatan yang berpotensi terjadi kerumunan dan penularan Covid-19. Jadi, akhir tahun tidak perlu ada pesta dan acara," ucapnya.

Pemkab Sleman, klaim Kustini, saat ini tengah berupaya seoptimal mungkin menangani Covid-19 di wilayahnya demi keamanan dan kenyamanan masyarakatnya. Kata dia, upaya ini tecermin dari mulai turunnya angka kasus positif Covid-19 harian di Bumi Sembada.

"Sebelumnya memang sempat naik karena klaster takziah dan home industri tahu. Tapi hal itu sudah berhasil kita tekan, dan tentu kita jadikan evaluasi agar tidak terulang lagi. Intinya kita masih akan sangat berhati-hati," terang Kustini.

Dirinya berharap, warga Kabupaten Sleman bisa terus menjaga kedisiplinan demi memutus mata rantai penularan Covid-19 hingga usai masa pandemi ini.

"Saat ini penting bagi kita menjaga kesadaran kolektif untuk mencegah terjadi penularan selama pandemi Covid-19. Lebih-lebih penularan terjadi karena adanya intensitas sering bertemu dan interaksi masyarakat dengan skala besar," pungkasnya.[]