Olahraga

Bupati Pastikan PSS Sleman Tak Pindah Homebase

Direktur Utama PT PS Sleman Marco Garcia Paulo mendapat banyak tekanan dari suporter yang mengeluhkan performa loyo PSS.


Bupati Pastikan PSS Sleman Tak Pindah Homebase
Pesepakbola PSS Sleman Mario Maslac (depan) melakukan selebrasi usai membobol gawang Arema FC pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memastikan klub PSS Sleman tak akan berpindah homebase usai pernyataan Direktur Utama PT PS Sleman Marco Garcia Paulo kemarin menanggapi desakan pemecatan pelatih Dejan Antonic dari suporter.

"Sore ini melalui telepon, kami minta Pak Marco untuk meminta maaf. Dan kami minta dilakukan segera. Serta saya pastikan homebase PSS tetap di Sleman," kata Kustini dalam keterangannya, Jumat (1/10/2021).

Kustini menghubungi Marco di depan jajaran manajemen PSS, yakni Hempri Suyatna, Andi Wardana dan Yoni Arseto yang diundang ke Rumah Dinas Bupati. 

Lewat pertemuan itu, Kustini meminta penjelasan dari manajemen perihal amuk suporter PSS di media sosial dan di Omah PSS, Kamis (30/9/2021) kemarin.

Dari situ ia mengetahui suporter geram usai Marco menyatakan sepakat Dejan hengkang dengan syarat PSS pindah homebase.

"Dari pihak menajemen menyampaikan bahwa itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama. Dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut," kata Kustini.

Marco sendiri kepada Kustini mengaku spontan berkata demikian. Katanya, ia mendapat banyak tekanan dari suporter yang mengeluhkan performa loyo PSS di beberapa pertandingan BRI Liga 1.

"Tapi tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berpikir positif. Karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga," kata Kustini.

Sebetulnya, Kustini juga sadar pemerintah tak bisa campur tangan mengingat PSS adalah klub sepak bola profesional. Tapi, baginya Super Elang Jawa adalah penyemangat bagi masyarakat Bumi Sembada.

Hempri Suyatna sementara menyebut hasil kurang memuaskan di laga pembuka salah satunya dipicu kurangnya persiapan tim. Katanya, Bagus Nirwanto cs baru berkumpul seminggu sebelum kompetisi dimulai.

"Dan kondisi kita juga dialami tim-tim besar lain yang juga belum maksimal pada beberapa laga awal," katanya.

Pihak manajemen telah menyiapkan sejumlah skema untuk merespons tuntutan para suporter dan akan melihat hasil pertandingan ke depan.

"Beberapa hari lagi kita sudah ada pertandingan sebelum jeda dan lanjut ke seri berikutnya. Ini tentu tidak mudah, tapi kita sudah membicarakan hal ini di internal," pungkasnya.[]