News

Bupati Kuansing Ditetapkan Tersangka Perkara Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit

KPK akhirnya resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) sawit di Kuansing, Riau.


Bupati Kuansing Ditetapkan Tersangka Perkara Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Sebelumnya KPK amankan delapan orang. Mulai dari supir hingga ajudan bupati.

Dua orang yang ditetapkan tersangka adalah Bupati Kuansing 2021-2026 Andi Putra (AP) dan Sudarso (SDR) dari pihak swasta/General Manager PT Adimulia Agrolestari (AA).

"Setelah dilakukannya pengumpulan informasi dan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK kemudian melakukan penyelidikan sehingga ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, selanjutnya KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan dua tersangka," ujar Lili di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (19/10/2021).

Kedua tersangka saat ini belum dibawa ke Jakarta karena masih proses pemeriksaan di Riau. Akan tetapi, kedua tersangka telah resmi dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan sejak hari ini hingga Minggu (7/11). 

Akibat perbuatannya, Sudarso selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan tersangka Andi Putra selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Diketahui, sebelum ditetapkan tersangka, tim Satgas Penindakan KPK menggeledah rumah dinas dan kantor Bupati Andi Putra. Penggeledahan itu untuk menemukan bukti.

"Bahwa kegiatan itu (geledah rumah dinas dan kantor Bupati Kuansing) merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan oleh para penyelidik dan penyidik di lapangan, tentu untuk mencari bukti-bukti," kata Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau, Senin (18/10). Hal tersebut dibenarkan pimpinan KPK.

"Benar, KPK melakukan giat di Riau," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/10/2021).[]