News

Bupati Ingin UMK Kabupaten Bogor 2022 Naik 3,7%, tapi Nyatanya...

Upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Kabupaten Bogor dipastikan tidak akan ada kenaikan pada 2022.


Bupati Ingin UMK Kabupaten Bogor 2022 Naik 3,7%, tapi Nyatanya...
Potret Bupati Bogor Ade Yasin tangani COVID-19 (Instagram/ademunawarohyasin)

AKURAT.CO Upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Kabupaten Bogor dipastikan tidak akan ada kenaikan pada 2022.

"Kalau kita, permintaan pasti ingin naik sekitar 3,7 persen," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 24 November 2021.

"Tapi karena kondisi dan perhitungan UMK lebih, kita sudah sepakat dengan dewan pengupahan pekerja tak ada kenaikan maupun tuntutan naik,” sambung dia.

Dia menjelaskan, UMK di Kabupaten Bogor tahun 2022 tidak akan mengalami kenaikan. Sebab, upah minimum di Kabupaten Bogor saat ini sudah cukup tinggi.

“Yang jelas tak ada kenaikan untuk UMK di Kabupaten Bogor,” ujar dia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor Zaenal Ashari mengaku, saat ini pihaknya belum melakukan rapat pleno penetapan UMK tahun 2022.

“Penetapannya tanggal 25 November, dan aturan ini tertuang pada PP Nomor 16 tentang pengupahan. Itu turunannya dari UU Cipta Kerja Nomor 11/2020,” kata Zaenal.

Seperti diketahui, pada tahun 2021 nilai UMK di Kabupaten Bogor yaitu Rp4,2 juta. Nilai itu di atas UMK di Kota Bogor yang sebesar Rp4,1 juta lantaran tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2020.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sukmayana mengatakan, buruh tetap menolak UU Cipta Kerja maupun PP Nomor 36/2021.

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.