Ekonomi

Bupati Brebes Bawa Sambang Bansos dan GKB ke OGP Global Summit

Bupati Brebes akan mewakili Asia Pacific, berbicara dalam KTT Open Government Partnership (OGP Global Summit)


Bupati Brebes Bawa Sambang Bansos dan GKB ke OGP Global Summit
Bupati Brebes Idza Priyanti (tribunnews)

AKURAT.CO Bupati Brebes akan mewakili Asia Pacific, berbicara dalam KTT Open Government Partnership (OGP Global Summit). OGP sendiri merupakan gerakan untuk mendorong transparansi dan keterbukaan dalam pemerintahan yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, selain pemerintahan juga berasal dari masyarakat sipil seperti LSM, Akademisi, dan organisasi gerakan, serta kalangan swasta.

Gerakan ini diinisiasi oleh 8 Negara (Afrika Selatan, Amerika Serikat, Brazil, Filipina, Indonesia, Inggris, Meksiko, dan Norwegia) pada tahun 2011 lalu dan kini telah memiliki anggota sebanyak 78 negara. Pada 15-17 Desember 2021 ini OGP melaksanakan OGP Global Summit di Seoul, secara hybrid.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH dijadwalkan akan tampil pada hari Rabu 15 Desember 2021 pukul 22.00 WIB. Idza akan berbagai mengenai dua program andalan yang telah diajukan dalam rencana aksi yakni Sambang Bansos dan Gerakan Kembali Bersekolah. Idza dinilai sebagai salah satu pemimpin perempuan yang berhasil menggerakkan keterbukaan pemerintahan, melalui kedua program yang diinisiasinya.

baca juga:

Program pertama adalah Sambang Bansos. Latar belakang Sambang Bansos adalah permasalahan penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran terutama di masa pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan belum optimalnya sistem infomasi Data Kesejahteraan Sosial sehingga adanya data ganda penerima bantuan sosial.

Berangkat dari persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bersama Gerakan Pemberantasan Korupsi (GEBRAK) dan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Anggaran Covid-19 berupaya menyediakan data kesejahteraan yang akuntabel melalui program Sambang Bansos.

Aplikasi Sambang Bansos merupakan sebuah platform yang digunakan untuk memperbaiki basis data kesejahteraan sosial agar berbagai skema bantuan sosial dari pemerintah terdistribusi secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, tepat kualitas dan tepat administrasi. Sambang Bansos membuka ruang masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Masyarakat dapat melihat informasi calon penerima bantuan di papan informasi desa/kelurahan, masyarakat berhak mengusulkan dan memberi sanggahan secara langsung. Pengintegrasian data kesejahateraan yang lebih responsif dan inklusif akan mengatasi persoalan data dengan baik sehingga kedepan hanya ada “Satu Data Kesejahteraan” yang menjadi acuan seluruh skema program bantuan sosial. Program kedua adalah Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) adalah upaya Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS) dan Dewasa Tidak Sekolah (DTS) untuk kembali bersekolah baik jalur formal maupun non formal (PKBM). GKB merupakan program kerjasama antara Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Brebes, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes serta Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP). Peran FMPP adalah melakukan pendataan, mengadvokasi, pengembalian dan pendampingan ATS dan DTS untuk kembali bersekolah.

Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan bantuan keuangan dan peningkatan fasilitas pendidikan baik formal dan non formal. Pada perkembangannya Gerakan Kembali Bersekolah bertransformasi menjadi Pusat Studi Dalam kedua program tersebut Idza melibatkan FMPP, GEBRAK, media, swasta, Perguruan Tinggi dan masyarakat. Pemerintah juga mendorong kelompok penyandang disabilitas, kelompok perempuan, dan forum anak untuk terlibat aktif dalam program tersebut.